Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Masalah Drainase Tidak Bisa Cegah Banjir, Ini Tanggapan Dinas SDABMBKPRKP Kotim

Redaksi 05-07-2024, 09:00 WIB 1 menit baca
Petugas kebersihan Dinas SDABMBKPRKPK Kotim saat melakukan pembersihan drainase yang tersumbat. (FOTO: ISTIMEWA)
Petugas kebersihan Dinas SDABMBKPRKPK Kotim saat melakukan pembersihan drainase yang tersumbat. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim, Metana Dinar mengakui kondisi drainase di Kota Sampit tidak dipersiapkan untuk menampung volume ekstrem.

"Karena itu akibatnya ketika terjadi hujan lebat, sejumlah drainase tidak mampu menampung beban karena terjadi penyempitan," kata Mentana, Jumat (4/7/2024).

Ia juga mengatakan, seluruh drainase tersebut bisa dibongkar, tapi membutuhkan biaya besar. Karena itu, hanya sejumlah drainase yang dilakukan pelebaran dan selebihnya difokuskan pada pengerukan.

"Pengerukan dilakukan untuk memaksimalkan aliran air. Dan untuk normalisasi itu rutin sepanjang tahun," ucapnya.

Mentana mengatakan pengerjaan drainase di beberapa titik di Sampit ini masuk dalam kategori pemeliharaan. Namun dia belum merinci total biaya yang digunakan saat pengerjaan drainase tersebut.

"Jadi beda dengan kegiatan rutin pembersihan atau normalisasi. Kalau pemeliharaan itu otomatis membutuhkan biaya karena ada yang diubah disana. Seperti Jalan RA Kartini itu dilakukan pelebaran kiri dan kanan. Jadi untuk pemeliharaan saat ini dilihat dari urgen dan prioritasnya," jelasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard