Dinkes Persiapkan Kebijakan TBC Dalam Bentuk Peraturan Daerah
SB, SAMPIT - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi mengatakan, kebijakan TBC dalam bentuk peraturan kepala daerah dan rencana aksi daerah saat ini sedang dipersiapkan oleh Tim Dinkes. Sedangkan tim percepatan penanggulangan TBC dalam tahap finansial.
Umar menilai, penanggulangan TBC di Kotim masih mempunyai kendala berupa kurangnya kesadaran masyarakat untuk cek/skrining kesehatan termasuk TBC, adanya stigma/diskriminasi terhadap penderita TBC rendahnya higiene sanitasi rumah penderita TBC dan meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS Diabetes Melitus dan masalah gizi pada anak yang sangat berpotensi terhadap penularan TBC.
"Selain itu ada sisi lain, peran serta pemerintahan desa/kelurahan terhadap penanggulangan TBC sesuai dengan kewenangan desa/kelurahaan sejauh ini masih belum optimal,” kata Umar Kaderi, Rabu (17/7/2024).
Selanjutnya, sebagai antisipasi penyebaran penyakit Polio dan kewaspadaan kejadian luar biasa penyakit Polio yang terjadi di beberapa Provinsi di Indonesia pemerintah melalui Kemenkes telah melaksanakan pekan imunisasi nasional (PIN) tahap 1 pada juni 2024.
Selanjutnya, provinsi yang tidak mengalami KLB, dijadwalkan melaksanakan PIN tahap 11 pada tanggal 23 juli 2024 dalam 2 putaran dengan jarak 2 minggu. Provinsi Kalteng termasuk Kotim daerah yang tidak termasuk mempunyai kasus polio,
"Kotim tidak termasuk mempunyai kasusus Polio sehingga PIN masuk dalam jadwal tahap II dengan sasaran anak usia 0-7. Olehnya itu kegiatan ini merupakan upaya persiapan dalam percepatan penganggulangan TBC dan PIN tahap II,” terang Umar.
Adapun peserta hari ini 125 orang yang dari perangkat daerah terkait, camat, kepala puskesmas, pengelola program pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis puskesmas dan pengelola program imunisasi puskesmas se-Kotim, organisasi kemasyarakatan, media massa, organisasi profesi kesehatan dan tim kerja terkait di Dinkes Kotim.
"Kita berangkat dengan tujuan menggalang dukungan pelaksanaan penanggulangan dan eliminasi TBC maupun pekan imunisasi nasional di Kotim sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi masing-masing,” tutupnya. (f1/sb)