Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Masyarakat Desa Rantau Keluhkan Minyak Tanah Langka dan Gas Elpiji Mahal

Redaksi 18-07-2024, 04:40 WIB 1 menit baca
Masyarakat ketika mengikuti kegiatan sosialisasi minyak tanah dan gas elpiji. (FOTO: ISTIMEWA)
Masyarakat ketika mengikuti kegiatan sosialisasi minyak tanah dan gas elpiji. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Sekretaris Desa Rantau Tampang, Sabda mengatakan, banyak masyarakat Desa Rantau Tampang, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan tidak adanya ketersedian minyak tanah dan tabung gas LPG 3 kg tembus Rp 90 ribu.

"Kecamatan Telaga Antang masih masuk dalam subsidi minyak tanah, tetapi sudah sejak lama kita tidak melihat minyak tanah," kata Sekretaris Desa Rantau Tampang Sabda, Rabu (17/7/2024).

Pada 2010 sebagian masyarakat menggunakan bahan bakar kayu dan sebagian menggunakan tabung gas secara mandiri karena minyak tanah langka. Berangsur-angsur masyarakat setempat hampir 100 persen menggunakan gas.

"Kami memiliki BUMDes namun hanya menjual tabung gas 5 kg harga lebih dari Rp 100 ribu dan 12 kg harga Rp 250 ribu, yang 3 kg langka kadang kita temui di warung-warung harganya mencapai Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu," ujarnya.

Ia berharap, BUMDes dapat difasilitasi untuk mendapatkan supply tabung gas LPG 3 kg untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim Rody Kamislam mengatakan BUMDes harus dibantu dan dibina untuk membantu pemenuhan gas. BUMDes juga harus memenuhi persyaratan yang diperlukan.

"Karena mereka sudah jelas, mereka harus diprioritaskan dan dibantu. Kita juga berharap nanti selain gas 3kg, 5 kg, dan 12 kg ke depan juga menjual yang 30 kg," tandasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard