Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

90 Persen Guru SMP di Kotim Terapkan Kreativitas Inovatif

Redaksi 23-07-2024, 09:42 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Muhammad Irfansyah ketika diwawancara wartawan ini, beberapa waktu lalu. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Muhammad Irfansyah ketika diwawancara wartawan ini, beberapa waktu lalu. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah mengingatkan, sebagai tenaga pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar dan membimbing anak didiknya, guru berkewajiban memiliki inovasi dan rajin berkreasi. Terlebih saat ini mulai diterapkannya KMB yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.

"Guru diharapkan lebih inovatif dalam memberikan pelajaran kepada anak didik, melainkan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Dengan begitu, mudah-mudahan kedepannya pembelajaran di Kotim lebih baik lagi," tuturnya.

Ia menyampaikan hampir 90 persen guru yang sudah mengikuti bimtek inovasi kreasi sebelumnya sudah bisa beradaptasi dan menerapkan hal-hal yang diperlukan dalam KMB. Sedangkan sisanya perlu pendampingan berkelanjutan.

Dijelaskannya, dalam penerapan KMB ini ada beberapa hal yang harus dikuasai para guru, antara lain membuat laporan pelaksanaan praktik pembelajaran inovatif dalam bentuk karya tulis ilmiah, pelaporan dan best practice (praktik terbaik).

"Untuk wawasan para guru tentang penulisan karya ilmiah itu memang masih perlu dikuatkan secara berkelanjutan melalui pendampingan langsung,” sebut Irfansyah.

Isi dari laporan tersebut meliputi inovasi pemberdayaan media pembelajaran berbasis digital, sumber belajar inovatif, konten pembelajaran inovatif, pengembangan P5, asesmen pembelajaran dan pengembangan program asesmen pelaksanaan KMB.

Agar dapat menguasai semua itu, perlu dilakukan pendampingan langsung kepada para guru melalui penguatan inovasi pembelajaran sesuai wilayah masing-masing, pemahaman prosedur penulisan praktik baik berupa karya tulis ilmiah.

Kemudian, pengembangan unsur karya tulis ilmiah yang didukung data valid dan kemampuan memberikan memberikan validitas praktik baik berupa bukti karya media yang dihasilkan.

"Tentunya dengan pendampingan nantinya kami berharap para guru dapat meningkatkan kompetensinya agar dapat memenuhi semua unsur tersebar," demikian Irfansyah. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard