Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Gaji Honorer Masih Gunakan Dana BOS

Redaksi 24-09-2024, 04:26 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Muhammad Irfansyah saat diwawancara oleh wartawan. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Muhammad Irfansyah saat diwawancara oleh wartawan. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim Muhammad Irfansyah mengakui, saat ini dana Bantuan Operasional Sekolah sebagian dialih fungsikan untuk membayar gaji guru honorer di wilayah setempat.

"Kita kekurangan tenaga ASN makanya masih membutuhkan guru honorer. Dana BOS sebagian untuk pembayaran gaji mereka. Dan itu sudah ada laporan di Dapodik untuk fungsi dananya,” kata Muhammad Irfansyah, Selasa (24/9/2024).

Ia menjelaskan, hampir semua sekolah di MHU tidak memiliki guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dari tenaga ASN. Tidak hanya itu namun juga kekurangan guru Bahasa Inggris.

"Untuk memaksimalkan proses belajar mengajar kami tetap berlakukan guru honorer,” ujarnya.

Menurutnya, kekosongan guru PJOK mengakibatkan pelajaran olahraga tidak berjalan optimal dan harus memberdayakan guru yang ada untuk mengajar.

Hal itu mengakibatkan siswa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan jasmani yang memadai.

"Kemudian, sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka, Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai dari kelas 3 hingga kelas 6 olehnya itu kami masih mempekerjakan guru honorer,” jelansya.

Lanjutnya, hal itu juga mengakibatkan, peningkatan pengeluaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan lain harus dialihkan untuk membayar gaji guru honorer. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard