Penumpukan Pengambilan Obat, Ini Penjelasan RSUD dr Murjani Sampit
SB, SAMPIT - Penumpukan pasien yang terjadi saat pengambilan obat di RSUD dr Murjani Sampit kerap menjadi keluhan masyarakat. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Kepala Instalasi Farmasi RSUD dr Murjani, Fahmi menjelaskan, beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya antrean panjang di apotek rumah sakit.
"Begitu dokter spesialis mengorder obat di komputer, kami langsung memprosesnya. Kami menyadari puncak antrean pengambilan obat terjadi pada pukul 10-11 siang, saat pasien baru saja selesai mendapat layanan dari dokter spesialis,” kata Fahmi, Kamis (7/11/2024).
Ia menjelaskan, obat berbentuk kapsul atau tablet biasanya dapat diproses dengan cepat. Namun, untuk obat dalam bentuk puyer atau racikan, terutama di poli syaraf dan penyakit dalam, membutuhkan waktu yang lebih lama.
Ditambahkannya, Ini dikarenakan proses peracikan yang memerlukan ketelitian ekstra. Dengan kunjungan pasien yang mencapai 500 orang per hari, beban layanan farmasi kerap meningkat.
“Jam kerja normal kami dari pukul 07.00-14.00 WIB, tetapi sering kali tenaga farmasi harus melayani hingga jam 4 sore, bahkan ada yang sampai Magrib karena banyaknya pasien,” tambahnya.
Selain permasalahan layanan farmasi, Kepala Instalasi juga menjawab penyataan Komunitas Peduli Kotim terkait pengelolaan limbah medis yang dilakukan RSUD dr Murjani Sampit.
Ia menjelaskan, limbah medis rumah sakit ditangani oleh pihak ketiga yang telah memenuhi standar lingkungan hidup.
"Limbah medis kami dikumpulkan dalam box khusus yang kemudian diangkut oleh penyedia transporter menggunakan kendaraan tertutup menuju lokasi pengolahan yang telah bersertifikat. Setelah limbah diolah sesuai prosedur, kami menerima sertifikat yang membuktikan bahwa limbah tersebut telah dikelola dengan aman," katanya.
RDP yang digelar bersama Komisi III DPRD Kotim ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, perwakilan dari Komunitas Peduli Kotim, Kimia Farma, dan BPJS Kesehatan. Pertemuan ini diharapkan mampu menjadi langkah positif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit dan memenuhi kebutuhan masyarakat. (f1/sb)