Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Percepat Pembangunan, Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu Diambil Alih Provinsi

Redaksi 11-11-2024, 11:28 WIB 2 menit baca
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kabupaten Kotim, Mentana Dhinar Tistama kerika diwawancara oleh wartawan ini. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kabupaten Kotim, Mentana Dhinar Tistama kerika diwawancara oleh wartawan ini. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut optimis percepatan pembangunan Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu setelah perubahan statusnya menjadi jalan provinsi. Dengan perubahan ini, anggaran untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan ini bisa lebih besar, sehingga mempercepat proses pengembangan dan pemerataan pembangunan di wilayah Kotim.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), Mentana Dhinar Tistama menyampaikan, ruas jalan ini awalnya merupakan jalan kabupaten sesuai Surat Keputusan Nomor 188.45/92/HUK-DPU/2014 tanggal 2 November 2014. Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu memiliki panjang sekitar 125 km, dengan 662 meter di antaranya sudah beraspal dalam kondisi baik dan fungsional.

Sekitar 31,38 km lainnya sudah tertimbun tanah dan meskipun fungsional, terdapat beberapa titik yang mengalami kerusakan berat. Namun, masih terdapat 92,95 km yang belum fungsional meskipun badan jalan sudah terbentuk.

“Alhamdulillah, dengan adanya peningkatan status menjadi jalan provinsi, peluang penganggarannya bisa lebih besar. Saya optimis bahwa ruas jalan ini, setelah ditingkatkan statusnya, akan segera ditangani oleh PUPR provinsi,” ujar Mentana, Senin (11/11/2024)

Lanjutnya, Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu merupakan jalur strategis yang menghubungkan jalan nasional menuju perbatasan Kabupaten Katingan di Kampung Melayu. Jalan ini adalah akses utama dari Kecamatan Cempaga menuju Kecamatan Seranau dan Kecamatan Pulau Hanaut di Kabupaten Kotim. Ruas jalan ini juga melintasi 3 kecamatan dan 23 desa, yang akan semakin terkoneksi dengan adanya pengembangan infrastruktur jalan ini.

Saat ini, di ruas Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu telah dibangun beberapa jembatan darurat, seperti 7 unit single box culvert berukuran 2x2x15 meter, 7 unit single box culvert 3x3x15 meter, serta 4 unit double box culvert 3x3x15 meter.

Selain itu, masih terdapat jembatan kayu sementara yang cukup panjang untuk mendukung mobilitas.

Dengan total anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 800 miliar, Pemkab Kotim berharap jalan ini bisa fungsional seutuhnya dalam waktu dekat.

Mentana menekankan pentingnya akses jalan ini untuk memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mempermudah mobilisasi material konstruksi. Keberadaan infrastruktur yang baik diharapkan akan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kotawaringin Timur.

“Jika jalan ini sepenuhnya fungsional, distribusi barang dan jasa akan lebih lancar, sehingga pembangunan dapat lebih merata,” katanya.

Lebih lanjut, pihak provinsi melalui PUPR telah banyak membantu pembangunan infrastruktur di Kotim. Contohnya proyek jalam di Pelantaran hingga Antang Kalang yang kini jalannya sudah mulus dan lebih mudah dilalui.

Selain itu, terdapat pula pekerjaan infrastruktur provinsi di Kotim, seperti pembangunan jalan lingkungan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), yang sangat membantu konektivitas wilayah dan memperlancar distribusi barang dan jasa. Sehingga Mentana optimis pengalihan status jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu menjadi jalan provinsi akan lebih cepat pembangunannya karena Pemerintah provinsi akan lebih leluasa menggelontorkan anggaran. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard