Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Puncak Arus Mudik, Penumpang Pelabuhan Sampit Turun Dibanding Tahun Sebelumnya

Redaksi 29-03-2025, 10:49 WIB 2 menit baca
Kapal yang mengangkut penumpang arus mudik dari Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (29/3/2025). FOTO: ABU
Kapal yang mengangkut penumpang arus mudik dari Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (29/3/2025). FOTO: ABU

SB, SAMPIT- Penumpang arus mudik di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) turun 10 persen terhitung hingga puncak mudik, Sabtu (29/3/2025). Dimana angka tersebut turun dibanding arus mudik tahun lalu. 

Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis mengatakan arus mudik tahun ini, mengalami penurunan disebabkan masa mudik mudik terlalu pendek mulai dari H-10 dibanding tahun sebelumnya mulai H-15. 

"Sampai puncak mudik hari ini (Sabtu 29/3/2025) total pemudik yang meninggalkan Kota Sampit 7.756 orang, dan sementara untuk penumpang turun 1.671 orang," ujarnya, pada Sabtu (29/3/2025). 

Lanjutnya selama arus mudik tahun ini, terdapat sembilan call keberangkatan, terdiri dari lima call kapal DLU dan empat call kapal Pelni. Berikut rekapitulasi keberangkatan kapal dari Pelabuhan Sampit :

H-10 (21 Maret 2025)

KM Dharma Ferry VI (DLU): 446 penumpang, 30 unit kendaraan roda empat, 14 unit kendaraan roda dua.

KM Kirana III (DLU): 700 penumpang, 45 unit kendaraan roda empat, 47 unit kendaraan roda dua.

Total penumpang: 1.146 orang.

H-9 (22 Maret 2025)

KM Kelimutu (Pelni): 851 penumpang.

H-7 (24 Maret 2025)

KM Leuser (Pelni): 1.415 penumpang.

H-6 (25 Maret 2025)

KM Dharma Ferry VI (DLU): 477 penumpang, 25 unit kendaraan roda dua, 27 unit kendaraan roda empat, 7 unit kendaraan logistik.

H-5 (26 Maret 2025)

KM Lawit (Pelni): 1.422 penumpang.

H-3 (28 Maret 2025)

KM Kelimutu (Pelni): 1.298 penumpang.

KM Kirana III (DLU): 700 penumpang.

H-2 (29 Maret 2025)

KM Dharma Ferry V1 (DLU) :446 penumpang. 

"Semua penumpang turun dan naik melalu Pelabuhan Sampit dilayani oleh kapal dari PT Pelni dan Darma Lautan Utama", jelasnya. 

Ia juga mengatakan selama arus mudik lebaran ada beberapa penumpang yang tidak terangkut, karena sudah memenuhi kapasitas penumpang. 

"Kami menyarankan untuk dialihkan ke pelabuhan terdekat, seperti pelabuhan Kumai. Itu solusi dari kami," pungkasnya. (f1/SB)

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard