Lewati ke konten utama
HUKUM

Ini Pengakuan Saksi Mata Kebakaran di Jalan Bukit Gloria, Motor dan Laptop yang Sempat Diselamatkan

Redaksi 16-04-2025, 04:18 WIB 2 menit baca
Petugas gabungan saat berusaha memadamkan api yang membakar bangunan barak di Jalan Bukit Gloria. (FOTO:WARGA)
Petugas gabungan saat berusaha memadamkan api yang membakar bangunan barak di Jalan Bukit Gloria. (FOTO:WARGA)

SB, PALANGKA RAYA – Salah seorang penghuni barak di Jalan Bukit Gloria, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya yang terbakar pada Rabu (16/4/2025) pukul 08.15 WIB mengaku tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya.

Karena api saat itu dengan cepat membakar, setidak ada delapan puntung barak yang terbakar dan menyebarkan penghuni panik berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Vivin Viola salah satu penghuni barak mengatakan, sumber api pertama kali muncul dari kamar nomor dua yang berada di ujung barak.

Kemudian dirinya dan warga lainnya sempat berupaya memadamkan api secara manual sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.

“Awalnya ada asap dari kamar nomor dua, lalu dipanggil sama orang sebelah. Kami dobrak pintunya, pas masuk apinya sudah besar, jadi kami siram seadanya,” ungkap Vivin saat ditemui di lokasi.

Vivin mengatakan hanya sempat menyelamatkan satu unit sepeda motor dan sebuah laptop. Barang-barang lainnya, termasuk dokumen penting, tidak berhasil diselamatkan.

“Cuma montor sama laptop aja yang sempat dikeluarkan, yang lainnya tidak sempat,” katanya.

Kepala Regu Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Sucipto, mengatakan bahwa api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat. Petugas juga berhasil mencegah agar api tidak merembet ke bangunan kost lama yang berada di sebelahnya.

“Sumber air di lokasi cukup banyak, akses jalan juga bagus, jadi proses pemadaman berjalan lancar. Yang terbakar ini barak baru, ada delapan pintu kamar,” ujar Sucipto.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah penghuni kehilangan barang berharga hingga dokumen penting seperti ijazah.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik dari salah satu kamar.

“Dugaan sementara karena arus pendek listrik. Selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,” tambah Sucipto.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard