seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

DPRD Kotim Pastikan Pasokan Listrik Terpenuhi di Kecamatan MB Ketapang

by Redaksi - Tanggal 21-12-2025,   jam 07:53:42
M Kurniawan

SB, SAMPIT - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan keluhan warga Desa Bangkuang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, ditindaklanjuti percepatan peningkatan jaringan listrik agar masyarakat dapat menikmati aliran listrik yang lebih layak dan stabil.

Anggota DPRD Kotim M Kurniawan, menyampaikan bahwa langkah konkret sudah dilakukan. Pihak PLN Cabang Sampit, termasuk jajaran pimpinannya, telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei dan berdialog dengan perwakilan warga Desa Bangkuang.

"Beberapa hari yang lalu petugas termasuk juga pimpinan PLN Cabang Sampit sudah langsung survei. dan ketemu dengan perwakilan beberapa warga. Insya Allah itu akan dikerjakan tidak dalam waktu lama lagi," kata Kurniawan Anwar, Minggu (21/12/2025). 

la mengungkapkan, hasil komunikasi yang terjalin menunjukkan adanya komitmen PLN untuk merealisasikan peningkatan layanan listrik dalam waktu dekat.

Target pengerjaan diproyeksikan pada triwulan pertama tahun 2026, yakni antara Januari hingga Maret.

Selain Bangkuang, DPRD juga mencatat masih ada beberapa wilayah lain di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang kualitas layanan kelistrikannya belum optimal.

"Memang kita lihat MB Ketapang saja masih ada beberapa yang minim pelayanan dari PLN. Termasuk juga di daerah terbaru setelah saya ada kunjungan ke lapangan itu di daerah Belanti juga di Desa Bangkuang," tambahnya.

Kurniawan menilai, percepatan peningkatan jaringan listrik menjadi kebutuhan mendesak seiring bertambahnya jumlah penduduk.

 Infrastruktur yang ada dinilai belum mampu mengimbangi perkembangan permukiman, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan listrik yang diterima masyarakat.

"Karena itu kami terus mendorong PLN agar membangun jaringan listrik yang stabil dan bisa dinikmati seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur," tegasnya.

la memaparkan, sebagian wilayah Desa Bangkuang, khususnya di kawasan Bangkuang Darat, memang sudah dialiri listrik sejak beberapa tahun lalu.

Namun saat itu jumlah penduduk masih relatif sedikit dan jarak rumah warga dari Jalan HM Arsyad sekitar dua kilometer, sehingga jaringan yang tersedia masih terbatas.

Akibat keterbatasan tersebut, warga terpaksa menggunakan sistern berbagi meteran. Satu meteran dipakai untuk beberapa rumah dengan bentangan kabel yang cukup panjang, bahkan mencapai satu hingga dua kilometer. Kondisi ini dinilai tidak ideal, baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan,

"Akibatnya masyarakat belum menikmati jaringan listrik yang benar-benar bagus. Di sana juga ada musala yang tentu membutuhkan pasokan listrik yang memadal. Oleh sebab itu kita berharap PLN segera memberikan pelayanan terbaik bagi warga," pungkas Kurniawan.

Dengan adanya pengawalan dari DPRD Kotim, masyarakat Desa Bangkuang berharap upaya peningkatan layanan listrik dapat segera terealisasi, sehingga aktivitas sehari-hari warga dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan produktif. (f1/sb)