seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Antrean Cuci Darah Masih Tinggi, Terkendala Ruang dan Tenaga Bersertifikat

by Redaksi - Tanggal 20-05-2026,   jam 10:17:09
Alat HD di ruang dialisis RSUD dr Murjani Sampit

SB, SAMPIT – RSUD dr Murjani Sampit terus berupaya menekan antrean pasien hemodialisa (HD) atau cuci darah yang hingga kini masih cukup tinggi. Namun, upaya penambahan layanan masih terkendala keterbatasan ruang pelayanan serta tenaga perawat bersertifikat.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani, dr Candra E, mengatakan penambahan mesin hemodialisa menjadi salah satu langkah utama untuk mengurai antrean pasien yang terus meningkat.

“Kalau untuk target tentu kami ingin seluruh pasien antrean bisa terlayani. Namun untuk mengurangi antrean itu harus ada penambahan alat hemodialisa, ibaratnya menambah motornya,” kata Candra, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, meski kebutuhan layanan terus meningkat, penambahan alat tidak dapat dilakukan secara langsung karena fasilitas ruang hemodialisa saat ini sudah mendekati batas kapasitas.

“Ketika ingin menambah alat, problemnya yang pertama ruang HD sudah tidak cukup lagi untuk penambahan alat,” ujarnya.

Selain kendala ruang, keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi tantangan tersendiri. Perawat yang menangani pasien hemodialisa wajib memiliki sertifikasi khusus sesuai standar pelayanan.

“Kemudian yang kedua, sumber daya perawat HD juga harus sesuai aturan, yakni memiliki sertifikat khusus,” jelasnya.

Candra menambahkan, salah satu solusi jangka panjang yang diharapkan adalah pemerataan layanan hemodialisa di daerah sekitar Kotawaringin Timur. Dengan begitu, beban pasien di RSUD dr Murjani dapat berkurang.

“Harapannya daerah-daerah lain di sekitar juga punya layanan HD di kabupatennya masing-masing. Karena pasien kami juga banyak dari luar daerah, sehingga kalau layanan sudah tersedia di daerah masing-masing, antrean di sini bisa berkurang,” pungkasnya. (f1/sb)