Dua Polisi Tumbang saat Padamkan Karhutla di Tanah Mas
SB, SAMPIT – Kepungan asap pekat membuat dua personel Polres Kotawaringin Timur (Kotim) tumbang saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Tjilik Riwut Km 11, kawasan Tanah Mas, Rabu (23/9/2026).
Kedua personel tersebut yakni Bripda Alvin Riadi dan Bripda Taba Raisi. Keduanya mengalami gangguan kesehatan setelah beberapa jam berada di lokasi kebakaran dengan kondisi asap yang cukup tebal.
Alvin yang bertugas di posisi paling depan sebagai pemegang nozzle selang pemadam menjadi salah satu yang pertama merasakan dampak asap. Sekitar dua jam setelah pemadaman berlangsung, napasnya mulai pendek dan bagian dadanya terasa pedih.
“Kami mulai bekerja setelah Zuhur, sekitar pukul 12.30 WIB. Sekitar pukul 14.30 WIB mulai terasa napas pendek dan dada terasa pedas karena asap yang sangat pekat,” ujar Alvin saat ditemui di Puskesmas Baamang 2.
Meski kondisi tubuh mulai melemah, Alvin masih berusaha bertahan di garis depan dan mengarahkan semprotan air ke titik api. Namun, sesak napas yang semakin berat membuatnya memilih mundur dari lokasi.
“Saya merasa napas sesak kemudian berupaya mundur beberapa langkah. Badan sudah terasa tidak kuat, kemudian pingsan,” katanya.
Rekan-rekannya langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi Alvin ke Puskesmas Baamang 2. Pada waktu yang sama, Bripda Taba Raisi yang berada di posisi kedua dalam regu pemadaman juga mengalami gangguan kesehatan dan turut dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Keduanya merupakan bagian dari sekitar 10 personel yang dikerahkan untuk mengendalikan karhutla di kawasan Tanah Mas. Tugas tersebut menjadi bagian dari patroli dan pemadaman yang terus dilakukan personel kepolisian di tengah masih munculnya titik-titik kebakaran di wilayah Kotim.
Alvin mengatakan, intensitas pemadaman selama musim kemarau membuat personel hampir setiap hari turun ke lapangan. Mereka bahkan harus berpindah dari satu lokasi kebakaran ke lokasi lainnya.
“Kami setiap hari turun ke lapangan. Kemarin memadamkan di Betang Raya, sebelumnya juga sempat dua hari memadamkan api di Pulau Hanaut,” ungkapnya.
Kondisi Alvin dan Taba kini mulai membaik. Setelah mendapatkan perawatan, keduanya sudah bisa berkomunikasi dan bercanda bersama rekan-rekan serta keluarga yang datang menjenguk.
Sebelum turun memadamkan api, Alvin dan Taba juga mengaku belum sempat makan. Setelah mendapat penanganan, keduanya diminta beristirahat dan diberikan makanan, minuman serta buah-buahan untuk membantu memulihkan kondisi tubuh.
“Kata dokter sementara istirahat dulu satu hari sambil melihat perkembangan. Tadi juga Wakil Bupati menyarankan dilakukan pemeriksaan, termasuk rontgen,” ujar Alvin.
Kondisi kedua anggota tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Kotim Irawati dan Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra. Keduanya datang ke Puskesmas Baamang 2 untuk menjenguk dan memastikan kondisi personel yang mengalami gangguan kesehatan saat menjalankan tugas.
Peristiwa ini menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi petugas pemadam karhutla di lapangan. Selain berhadapan langsung dengan api, mereka juga harus bekerja berjam-jam di tengah asap pekat, panas dan kondisi lahan yang kering.
Di tengah ancaman karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim, keselamatan dan kondisi kesehatan petugas menjadi perhatian penting agar upaya penanganan kebakaran dapat terus berjalan tanpa mengorbankan personel di lapangan. (f1/sb)