Lewati ke konten utama
Provinsi

Mahasiswa Kalteng di Malang Galang Dana untuk Bantu Penanganan Karhutla

Redaksi 30-09-2026, 08:39 WIB 2 menit baca
Mahasiswa Malang asal Kalteng usai melaksanakan penggalangan dana untuk membatu penanganan karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)
Mahasiswa Malang asal Kalteng usai melaksanakan penggalangan dana untuk membatu penanganan karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, MALANG – Kepedulian terhadap kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mendorong mahasiswa dan pelajar asal Kalteng di Malang Raya turun ke jalan.

Selama dua hari, 26-27 September 2026, Himpunan Mahasiswa Pelajar Kalimantan Tengah (HMPKT) se-Malang Raya menggelar aksi penggalangan dana di sejumlah lokasi di Kota Malang, Jawa Timur.

Aksi tersebut melibatkan tiga organisasi mahasiswa daerah, yakni FKMP Kobar Malang Raya, PPMS Seruyan, dan HIMALAYA Lamandau. Sejumlah mahasiswa dari kabupaten lain di Kalteng juga ikut bergabung.

Koordinator aksi, Rizqy Nafil Husni, mengatakan kegiatan itu berawal dari keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi Kalteng yang masih dilanda karhutla dan kabut asap.

“Melihat kondisi daerah kami, kami merasa tergugah. Selain berdoa, kami berdiskusi dan mencari cara apa yang bisa dilakukan untuk membantu warga di Kalteng. Akhirnya kami memilih bergerak melalui penggalangan dana,” kata Nafil dalam rilis yang diterima media, Selasa (29/9/2026).

Pada hari pertama, penggalangan dana dilakukan di kawasan lampu merah Jembatan Soekarno Hatta dan lampu merah Jalan Veteran. Aksi kemudian dilanjutkan pada malam hari dengan berjualan bunga mawar di kawasan Kayutangan.

Tidak hanya meminta sumbangan, para mahasiswa juga memanfaatkan berbagai kreativitas untuk menggalang dana. Pada hari kedua, aksi dipusatkan di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen.

Mereka menampilkan permainan dan musik tradisional Kalimantan Tengah serta mengenakan pakaian adat untuk menarik perhatian masyarakat. Dana yang terkumpul dari seluruh kegiatan kemudian dikumpulkan untuk disalurkan ke Kalteng.

“Kami punya kawan-kawan yang memiliki kemampuan di bidang seni dan kreativitas. Jadi kami berjualan bunga, menampilkan pakaian adat, bermusik tradisional dan kegiatan lainnya. Hasilnya kami sumbangkan ke Kalteng sebagai bentuk empati,” ujarnya.

Nafil mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan rekan-rekan di Palangka Raya untuk memastikan bantuan disalurkan kepada pihak yang dapat mendukung penanganan karhutla.

Bantuan tersebut kemudian diserahkan melalui Justice, Peace & Integrity of Creation (JPIC) Kalimantan untuk membantu kebutuhan logistik relawan pemadam kebakaran yang terlibat dalam penanganan dan pemadaman karhutla.

“Total dana yang terkumpul selama dua hari sebesar Rp3.334.000. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang ikut membantu dan seluruh rekan yang terlibat,” katanya.

Ia menambahkan, HMPKT se-Malang Raya bersama organisasi mahasiswa daerah lainnya masih membuka peluang untuk kembali menggelar aksi serupa.

“Kami akan mengupayakan aksi lanjutan sambil mencari inovasi lain yang bisa kami tampilkan untuk membantu masyarakat di Kalteng,” pungkas Nafil. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard