Lewati ke konten utama
Provinsi

Prof Bhayu Rhama Terpilih Jadi Rektor UPR, Unggul dengan 37 Suara

Redaksi 01-10-2026, 17:22 WIB 2 menit baca
Prof Bhayu Rhama ketika diwawancara oleh sejumlah awak media usai memenangkan Pilrek. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Prof Bhayu Rhama ketika diwawancara oleh sejumlah awak media usai memenangkan Pilrek. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Prof. Bhayu Rhama resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 setelah mengungguli dua kandidat lainnya dalam pemilihan rektor tahap kedua, Kamis (1/10/2026).

Dalam pemilihan yang melibatkan Senat UPR bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut, Prof. Bhayu memperoleh 37 suara. Sementara Dr. Thea Farina, SH., M.Kn mendapatkan 14 suara dan Dr. Leswara Neneng, S.Pd., M.Si meraih 12 suara.

Ketua Senat UPR Prof. Dr. Petrus Poerwadi mengatakan, proses pemilihan berlangsung sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Sebanyak 41 anggota Senat hadir dalam tahapan pemilihan tersebut, dengan perwakilan kementerian turut hadir mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Puji Tuhan, sore ini kita sudah melaksanakan pemilihan rektor tahap kedua bersama antara Senat dengan kementerian. Dari kementerian hadir mewakili Menteri, Bapak Dr. Adi Nurianto, beliau adalah Direktur Bina Talenta di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” kata Petrus.

Petrus menjelaskan, komposisi penghitungan suara dalam pemilihan tersebut terdiri dari 65 persen suara Senat dan 35 persen bobot suara Menteri. Dengan 41 anggota Senat yang hadir, bobot suara Menteri kemudian dikonversi menjadi 22 suara.

“Karena yang hadir anggota Senat itu 41 orang, maka jumlah suara Menteri dihitung 35 per 65 dikali 41. Hasilnya 22. Sehingga diperoleh suara yang masuk itu 22 ditambah 41, jadi 63 suara,” jelasnya.

Dari total 63 suara tersebut, Prof. Bhayu menjadi kandidat dengan perolehan terbanyak, yakni 37 suara. Hasil itu sekaligus menetapkannya sebagai Rektor UPR untuk masa jabatan 2026–2030. Pelantikan dijadwalkan berlangsung 5 Oktober 2026 di Jakarta.

“Dengan demikian, Prof. Bayu terpilih sebagai Rektor UPR periode 2026–2030 dan akan dilantik nanti pada tanggal 5 Oktober di Jakarta. Suasananya tidak ada tegang, semua kondusif,” pungkas Petrus.

Terpisah, Prof. Bhayu Rhama menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyebut perolehan 37 suara tersebut bukan sekadar hasil pemilihan, tetapi menjadi awal perjalanan untuk menjalankan amanah memimpin UPR.

“Saya terpilih menjadi Rektor UPR periode 2026–2030. Untuk perolehan suara, tadi terpantau saya mendapatkan sebanyak 37 suara. Ditanya mengenai perasaan, kita sudah melaluinya sejak awal, tentu harus tegar. Ini merupakan perjalanan awal untuk membangun UPR lebih baik lagi,” kata Bhayu.

Bhayu juga memastikan kepemimpinannya ke depan akan melibatkan seluruh unsur di lingkungan UPR. Termasuk kandidat yang sebelumnya ikut dalam proses pemilihan rektor.

“UPR adalah rumah bersama. Teman-teman yang belum terpilih kita akan rangkul semua untuk bisa menjadi satu dalam keluarga besar UPR,” pungkasnya. (rk/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard