Lewati ke konten utama
Provinsi

Kemendiktirsaintek Lantik Prof Bhayu Rhama sebagai Rektor UPR 2026-2030

Redaksi 05-10-2026, 18:27 WIB 2 menit baca
Prof Bhayu Rhama ketika mengikuti proses pelantikan sebagai Rektor UPR di Jakarta. (FOTO: ISTIMEWA)
Prof Bhayu Rhama ketika mengikuti proses pelantikan sebagai Rektor UPR di Jakarta. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, JAKARTA – Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. resmi mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030. Ia dilantik di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Pelantikan tersebut menandai dimulainya babak baru kepemimpinan UPR di bawah Bhayu Rhama, setelah sebelumnya ia terpilih dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UPR pada Kamis (1/10/2026).

Dalam Pilrek yang berlangsung di Aula Rahan UPR, Bhayu meraih 37 suara dari total 63 suara. Ia mengungguli dua kandidat lainnya, Dr. Thea Farina Embang yang memperoleh 14 suara dan Prof. Dr. Liswara Neneng dengan 12 suara.

Empat hari setelah dinyatakan terpilih, Bhayu secara resmi dilantik sebagai Rektor UPR oleh Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D.

Prosesi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Bhayu untuk memulai tugas memimpin UPR selama empat tahun ke depan.

Sebelum terpilih sebagai rektor, Bhayu merupakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR. Kini, tanggung jawabnya bertambah untuk membawa universitas bersama seluruh sivitas akademika menuju arah yang telah disiapkan dalam kepemimpinannya.

Sejak ditetapkan sebagai rektor terpilih, Bhayu telah menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen UPR.

“UPR adalah rumah bersama. Teman-teman yang belum terpilih kita akan rangkul semua untuk menjadi satu dalam keluarga besar UPR,” kata Bhayu seusai pemilihan.

Bhayu menegaskan, terpilihnya sebagai rektor bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Ia menyadari bahwa kemajuan UPR tidak dapat dibangun oleh pimpinan semata, tetapi membutuhkan kerja bersama seluruh sivitas akademika.

Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh unsur kampus akan menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan UPR periode 2026–2030.

Dengan pelantikan tersebut, Bhayu Rhama resmi memegang kendali kepemimpinan UPR. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan komitmen kolaborasi tersebut ke dalam langkah nyata untuk membawa UPR semakin berkembang sebagai perguruan tinggi negeri di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard