Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

PJU Jalan H Juanda Tak Kunjung Terwujud, Warga Telaga Baru Minta Kepastian

Redaksi 08-10-2026, 09:14 WIB 1 menit baca
Anggota DPRD Kotim Dapil I, M Kurniawan Anwar meninjau Desa Telaga Baru. (FOTO: ISTIMEWA)
Anggota DPRD Kotim Dapil I, M Kurniawan Anwar meninjau Desa Telaga Baru. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Warga Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur, kembali menyuarakan kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Ir. H. Juanda.

Usulan tersebut ternyata bukan baru disampaikan. Pemerintah desa dan masyarakat sudah memasukkannya dalam Musrenbang selama sekitar empat hingga lima tahun, tetapi hingga kini belum juga terealisasi.

Keluhan itu disampaikan warga saat reses Anggota DPRD Kotim dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, M. Kurniawan Anwar, di Desa Telaga Baru.

“Warga menyampaikan bahwa jalan ini masih minim penerangan saat malam hari. Mereka khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan dan keamanan lingkungan,” kata Kurniawan, Rabu (7/10/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat kebutuhan PJU di ruas Jalan Ir. H. Juanda perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Ini sudah diusulkan berkali-kali melalui Musrenbang. Jangan sampai setiap tahun hanya masuk daftar usulan, tetapi tidak ada kepastian kapan dikerjakan,” tegasnya.

Kurniawan mengatakan pembangunan PJU juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan penerangan di wilayah Kotim melalui program Kotim Terang.

Karena itu, ia meminta perangkat daerah terkait turun langsung mengecek kondisi jalan, menghitung kebutuhan teknis dan anggaran, kemudian menentukan tindak lanjutnya.

“Kalau memang kebutuhannya mendesak, harus ada kepastian. Minimal masyarakat tahu kapan usulan ini bisa direalisasikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penerangan jalan bukan sekadar memperindah kawasan.

“PJU ini menyangkut keselamatan dan keamanan warga. Jalan yang terang tentu membuat masyarakat lebih nyaman saat beraktivitas pada malam hari,” katanya.

Sebagai anggota Badan Anggaran DPRD Kotim, Kurniawan menyatakan akan mendorong agar aspirasi tersebut mendapat perhatian dalam pembahasan pembangunan daerah.

“Harapan kami, usulan yang sudah bertahun-tahun disampaikan masyarakat ini tidak lagi berhenti di Musrenbang. Harus ada penyelesaian,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard