BEM UPR Buka Rumah Oksigen, Rektor Prof Byahu Rhama: Keselamatan Mahasiswa Jadi Prioritas
SB, PALANGKA RAYA – Ancaman kabut asap yang berkepanjangan di Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya Kota Palangka Raya, mendorong Universitas Palangka Raya (UPR) mengambil langkah nyata untuk melindungi mahasiswa dan masyarakat.
Melalui inisiatif Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR, Rumah Oksigen Gratis dihadirkan sebagai salah satu upaya membantu warga yang terdampak kondisi udara buruk.
Rektor UPR, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., menegaskan bahwa keberadaan Rumah Oksigen Gratis diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, terutama mahasiswa yang harus menghadapi dampak kabut asap dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kita berharap Rumah Oksigen Gratis dari BEM UPR ini bisa memberikan dampak langsung bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat yang terpapar kabut asap yang sudah lama melanda Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya,” ujar Bhayu Rhama saat meninjau rumah oksigen, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, situasi kabut asap membutuhkan langkah perlindungan yang tidak hanya bersifat imbauan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan konkret.
Karena itu, UPR melakukan sejumlah penyesuaian untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap mahasiswa, salah satunya dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Langkah konkret untuk melindungi mahasiswa di tengah kabut asap sudah kita lakukan dengan melaksanakan PJJ. Kita juga mendirikan Rumah Oksigen Gratis ini sebagai salah satu bentuk perlindungan kepada mereka,” katanya.
Bhayu menjelaskan, upaya tersebut turut diperkuat dengan kesiapan logistik yang dimiliki universitas. Dukungan ini diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan Rumah Oksigen Gratis sehingga fasilitas tersebut dapat terus memberikan manfaat selama dibutuhkan.
“Kita juga menyiapkan logistik yang dimiliki. Kita berharap Rumah Oksigen ini bisa berjalan secara konsisten. Semaksimal mungkin kita terus memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalteng yang turut membantu langkah BEM UPR dalam menghadirkan fasilitas tersebut.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat kepedulian terhadap mahasiswa dan masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Kita mengucapkan terima kasih kepada Kadin Kalteng yang sudah mendukung langkah dari BEM UPR dalam membangun Rumah Oksigen ini,” ungkap Bhayu.
Selain upaya perlindungan melalui Rumah Oksigen Gratis, Bhayu turut menyinggung pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis yang mendukung program nasional. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan dan terpantau oleh pemerintah pusat sehingga pelaksanaannya tetap mendapat perhatian.
“Dalam program cek kesehatan gratis ini juga mendukung program nasional, sehingga terus terlibat dan terus termonitor oleh pemerintah pusat,” tuturnya.
Bagi UPR, penanganan dampak kabut asap tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan akademik, tetapi juga menyangkut upaya menjaga keselamatan dan kondisi mahasiswa. Melalui penerapan PJJ, penyediaan Rumah Oksigen Gratis, serta dukungan logistik, kampus berupaya mengambil peran dalam menghadapi situasi yang telah lama menjadi persoalan di Palangka Raya.
UPR berharap inisiatif BEM tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa maupun masyarakat, sekaligus memperkuat kerja sama antarpihak dalam merespons dampak kabut asap di Kalteng. (sb/*)