Lewati ke konten utama
Provinsi

Kabut Asap Selimuti Kotim, Sejumlah Siswa Masih Jalani Ulangan Tatap Muka

Redaksi 15-10-2026, 09:52 WIB 1 menit baca
Sejumlah pelajar berangkat ke sekolah ditengah kabut asap. (FOTO:ISTIMEWA)
Sejumlah pelajar berangkat ke sekolah ditengah kabut asap. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sejumlah siswa masih menjalani kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah. Namun, aktivitas tersebut terbatas bagi siswa yang mengikuti ulangan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Diana Setiawan, menjelaskan bahwa siswa yang tetap datang ke sekolah merupakan mereka yang harus menyelesaikan ulangan secara langsung di ruang kelas.

“Yang masuk itu kebetulan karena jadwal masih ulangan. Jadi, pertimbangan dari guru-gurunya karena ulangan harus tatap muka,” ujar Diana, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, kegiatan tatap muka tersebut bukan berlaku bagi seluruh siswa. Mereka yang tidak sedang mengikuti ulangan telah menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai penyesuaian terhadap kondisi kabut asap.

Diana mengatakan, siswa yang mengikuti ulangan juga tidak berlama-lama berada di lingkungan sekolah. Setelah menyelesaikan ujian, mereka diperbolehkan langsung pulang.

Meski kegiatan tatap muka masih berlangsung secara terbatas, Diana menegaskan bahwa kondisi lingkungan harus menjadi perhatian serius. Sekolah tidak boleh memaksakan pembelajaran di kelas apabila situasi dinilai tidak memungkinkan.

“Ya, tetap memperhatikan situasi. Itu memang wajib, dan sudah kita sampaikan. Bahkan, kemarin saya sudah memanggil Kadis Pendidikan untuk membahas masalah itu. Saya bilang jangan dipaksa,” tegasnya.

Pemerintah daerah pun meminta jajaran Dinas Pendidikan untuk terus memperhatikan perkembangan kondisi kabut asap dalam menentukan kebijakan pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan pendidikan tetap dapat berjalan melalui penyesuaian metode belajar, tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan siswa. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard