Lewati ke konten utama
Provinsi

Polres Barsel Bersama Masyarakat Lintas Agama Doa Minta Hujan

Redaksi 16-10-2026, 18:34 WIB 2 menit baca
Polres Barsel bersama unsur lintas agama melaksanakan doa dan salat minta hujan. (FOTO: ISTIMEWA)
Polres Barsel bersama unsur lintas agama melaksanakan doa dan salat minta hujan. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, BUNTOK – Ketika kemarau panjang belum berakhir dan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui sejumlah wilayah Kalteng, masyarakat Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menempuh ikhtiar bersama. Tak hanya berjibaku menghadapi dampak kekeringan, mereka juga bersatu dalam doa lintas agama, memohon agar hujan segera turun dan kondisi kembali membaik.

Polres Barsel bersama aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat menggelar doa bersama lintas agama, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kemarau panjang yang diperparah ancaman karhutla.

Umat Islam melaksanakan salat Istisqa atau salat meminta hujan di halaman Mako Samapta Polres Barsel. Sementara umat Nasrani menggelar ibadah di Aula Restorative Justice, sedangkan umat Hindu berdoa di tempat yang telah disiapkan. Meski berbeda keyakinan dan tata cara ibadah, seluruh peserta memiliki harapan yang sama: hujan segera turun dan masyarakat terhindar dari dampak yang lebih buruk.

Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto mengatakan, doa lintas agama tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Tuhan di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan. Ia berharap hujan yang turun nantinya membawa manfaat bagi masyarakat dan membantu memperbaiki kondisi lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Tuhan YME agar diberikan hujan yang bermanfaat dan penuh berkah. Semoga doa yang kita panjatkan bersama dikabulkan dan kondisi yang dihadapi masyarakat segera membaik,” kata Eko.

Menurutnya, menghadapi situasi seperti ini tidak cukup hanya dengan berharap hujan turun. Kepedulian terhadap lingkungan, upaya pencegahan kebakaran, serta semangat membantu masyarakat terdampak harus terus diperkuat.

Karena itu, doa bersama juga menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat saling mendukung dalam menghadapi dampak kemarau dan karhutla.

Eko menegaskan, berbagai langkah penanganan tetap dilakukan, mulai dari penanggulangan kebakaran hingga membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Ikhtiar tersebut berjalan beriringan dengan doa agar kondisi cuaca segera membaik.

“Tentu semua upaya dilakukan. Penanganan, penanggulangan karhutla, berbagai air bersih kepada masyarakat, dan ikhtiar kita kepada Tuhan untuk berdoa dan meminta hujan seluruh elemen masyarakat. Semoga dengan ikhtiar ini, terutama di Kabupaten Barito Selatan senantiasa memperoleh rahmat, keberkahan, keselamatan, serta kondisi cuaca yang membawa manfaat bagi masyarakat semua,” ujarnya.

Di tengah kemarau yang belum berakhir, kebersamaan lintas agama ini menjadi gambaran solidaritas masyarakat Barsel menghadapi situasi sulit. Harapan akan turunnya hujan terus dipanjatkan, sementara upaya mencegah kebakaran, menangani dampak asap, dan menjaga keselamatan masyarakat tetap menjadi pekerjaan yang harus dilakukan bersama. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard