Prihatin dan Mengutuk Aksi Kurang Pantas Terhadap Gubernur Kalteng
SB, PALANGKA RAYA - Ulah oknum sebagian mahasiswa-mahasiswi dalam aksi demo di Depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Senin (19/10/2020) disesalkan berbagai pihak. Karena adanya tidak kurang pantas, terhadap Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran saat menemui mahasiswa yang menggelar aksi.
"Sangat miris dan prihatin, juga mengutuk keras kelakuan mahasiswa-mahasiswi tanpa ADAB terhadap Gubernur Kalteng," ucap Tokoh Masyarakat Kalimantan, Prof Dr. Andrie Elia Embang., SE., M.Si., kepada awak media, Selasa (20/10/2026).
"Tindakan tersebut melanggar PRINSIP BELUM BAHADAT, demo yang sebagian besar mahasiswa-mahasiswi pada hari, Senin tanggal 19 Oktober 2026 di Kantor Gubernur Kalteng, sangat di luar batas MORAL AKADEMIS," lanjut Guru Besar Universitas di Kalteng ini.
Dirinya menambahkan dalam kesempatan tersebut Gubernur Kalteng duduk bersama untuk bertemu, dan mendengarkan aspirasi, juga kritik diterima. Namun ada perlakuan yang kurang elok, dan tidak mencerminkan sebagai kaum terdidik.
"Kritik tetap harus disampaikan, tapi bukan dengan yang tanpa adab. Apapun itu beliau lebih tua dan merupakan orangtua yang juga harus dihormati," jelasnya.
Gubernur Kalteng memang tidak sempurna, tapi dari program dan keputusannya yang membuat mahasiswa-mahasiswi bisa dibantu, serta bantuan sembako kepada masyarakat Kalteng.
"Mungkin Gubernur tidak sempurna, tapi terasa sangat menyedihkan perlakuan terhadap beliau. Karena persoalan yang bahkan sepenuhnya berada dalam kewenangannya," pungkasnya.
Dalam aksi tersebut, Gubernur Kalteng tampak menemui mahasiswa-mahasiswi yang aksi, duduk sabar didepan mahasiswa-mahasiswi yang ada replika jenazah. Namun perlakuan beberapa oknum mahasiswa-mahasiswi dianggap kurang pantas. (sb)