Rimbun Kejar Pengerukan Muara Mentaya, Targetkan Realisasi 2027
SB, SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, berharap pengerukan alur dan Muara Sungai Mentaya segera direalisasikan pada 2027. Upaya ini dinilai penting agar kapal besar bisa melintas lebih lancar dan distribusi hasil sumber daya alam dari Kotim tidak terhambat.
“Kita berharap tahun depan sudah ada penandatanganan dan realisasi pengerukan Muara Sungai Mentaya,” kata Rimbun saat menghadiri coffee morning sekaligus pelepasan Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, Selasa (20/10/2026).
Rimbun mengungkapkan, Pemkab Kotim telah berkoordinasi dengan Bupati Halikinnor untuk mendorong pengerukan tersebut. Permohonan kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga disebut telah berulang kali disampaikan.
Menurutnya, kondisi alur dan muara Sungai Mentaya menjadi perhatian karena sungai tersebut merupakan jalur strategis transportasi laut di Kotim. Kelancaran pelayaran sangat dibutuhkan untuk mendukung pengiriman berbagai komoditas daerah.
“Ini pekerjaan rumah yang perlu kita dorong bersama. Mudah-mudahan pemerintah pusat segera menindaklanjuti sehingga pengerukan bisa terlaksana,” ujarnya.
Selain persoalan pengerukan, Rimbun juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal. Koordinasi lintas instansi diperlukan agar berbagai persoalan daerah dapat ditangani bersama dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Kita harus bersinergi dengan pejabat vertikal yang bertugas di Kotim agar bisa menjalankan tugas dan fungsi masing-masing dengan baik demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Rimbun berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pengerukan Muara Sungai Mentaya dapat segera terwujud. Selain memperlancar aktivitas kapal, proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat distribusi komoditas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan daya saing Kotim. (f1/sb)