Lewati ke konten utama
HUKUM

Simulasi Tak Puas Hasil Pemilu 2024, Massa Geruduk KPU Kota Palangka Raya

Redaksi 13-03-2023, 03:14 WIB 1 menit baca
Simulasi pengamanan pemilu unjuk rasa yang tidak puas keputusan Pemilu 2024 di halaman KPU Kota Palangka Raya (FOTO:YUDHA)
Simulasi pengamanan pemilu unjuk rasa yang tidak puas keputusan Pemilu 2024 di halaman KPU Kota Palangka Raya (FOTO:YUDHA)

SB, PALANGKA RAYA –  Pemilu 2024 memang masih lama, namun untuk melatih kesigapan dari personel kepolisian. Maka Senin (13/03/2024) bertempat di halaman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya Polresta Palangka Raya menggelar simulasi penanggulangan unjuk rasa Pemilu 2024.

Pada simulasi itu sekelompok masyarakat tidak puas atas pelaksanaan Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh KPU dan meminta pemilu untuk dilakukan ulang. Namun karena kesigapan dari personel kepolisian, sehingga aksi unjuk rasa dipukul mundur dan membubarkan diri.

Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Budi Santosa kepada awak media usai kegiatan simulasi mengatakan, kegiatan simulasi yang pihaknya lakukan untuk melatih kesiapan anggota dalam mengahadapi Pemilu mendatang.

“Jika nantinya ada keluhan atau protes masyarakat terkait pemilu, dari pelaksanaanya ataupun juga hasil pemilu. Personel telah siap siaga dalam mengamankan baik saat akan dan selesainya penyelenggaraaan pemilu,” kata Kombes Pol Budi Santosa.

Pada kegiatan latihan simulasi yang dilakasanakan itu, Polresta mengerahkan sekitar 150 personel, jika nantinya masih kurang maka pihaknya akan dibantu dari pihak kepolisian daerah.

“Saya mengharapkan kepada masyarakat Kota Palangka Raya, untuk bersama-sama saling menjaga, sehingga dari tahapan-tahapan Pemilu dapat terselenggara dengan aman, lancar dan tidak ada hal-hal yang menyimpang,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya Ngismatul Choiriyah menyampaikan, ucapan terima kasih dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Polresta Palangka Raya.

“Kami sebagai penyelenggara untuk tahapan-tahapan KPU kota telah melaksanakannya sesuai aturan, namun jika ada peserta Pemilu yang tidak puas maka akan pasti terjadi aksi Unjuk rasa,” ungkapnya.

Ngismatul berharap disaat nantinya ada Komplain-komplain dari peserta Pemilu, maka Polresta Palangka Raya dapat menjaga keamanan. Dimana selama ini telah dibuktikan dengan pendampingan melekat dari kepolisian selama berlangsungnya tahapan Pemilu di KPU Kota Palangka Raya. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard