Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Waspada Kasus TBC Meningkat, Masyarakat Diminta Berprilaku Hidup Sehat

Redaksi 20-05-2023, 12:38 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi saat diwawancara sejumlah wartawan usai menyampaikan sambutan pada acara Seminar Ilmah Rakrwil III DPW Patelki Kalteng 2023, bertempat di Aquarius Hotel Sampit. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi saat diwawancara sejumlah wartawan usai menyampaikan sambutan pada acara Seminar Ilmah Rakrwil III DPW Patelki Kalteng 2023, bertempat di Aquarius Hotel Sampit. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kasus Tuberkulosis atau TBC di tahun 2023 terus meningkat sehingga masyarakat diminta untuk membudayakan hidup bersih.

Kepala Dinkes Kabupaten Kotim, Umar Kaderi mengatakan, kasus penyakit TBC di Kabupaten Kotim pada tahun 2022 sebanyak 633 orang dan sedangkan triwulan pertama tahun 2023 ditemukan 107 orang menderita penyakit TBC.

“Artinya ini menandakan kasus TBC di Kabupaten Kotim meningkat,” ucap Kepala Dinkes Kabupaten Kotim, Umar Kaderi saat membuka acara Seminar Ilmah Rakrwil III DPW Patelki Kalteng 2023, bertempat di Aquarius Hotel Sampit, Sabtu (20/5/2023).

Hal itu menurutnya, karena TBC lebih mengkhawatirkan. Pasalnya gejalah orang yang terjangkit TBC cepat penularannya dan tidak akan muncul dalam wakti singkat seperti Covid-19. Pada sebagian besar kasus TBC yang terjangkit gejala akan muncul satu tahun paling cepat.

“Hampir seluruh kecamatan yang ada di Kotim ada kasus baru TBC untuk penurunannya sangat sedikit sekali. Faktornya mungkin kurangnya perilaku kesehatan, ada penyakit bawaan dan kontak dengan pasien lain. Kalau kita kontak dengan pasien TBC tidak akan ada gejala dalam waktu dekat gejala akan terlihat paling cepat setahun,” kata Umar .

Untuk itu dirinya tidak henti untuk mengingatkan kepada masyarakat Kotim untuk tetap hidup bersih serta tidak menyepelekan TBC.

Lebih anjut Umar juga mengimbau kepada penderita tidak putus minum obat dengan dorongan keluarga, pasalnya penyakit ini bisa disembuhkan dengan mengikuti aturan tenaga kesehatan.  

“Kita akan terus berupaya  menangani hal ini dengan bantuan teman-teman organisasi yang di lapangan dan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas seluruh kecamatan. Untuk pustu setiap desa juga kita gerakan untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan kalau terdapat ada gejala langsung ditangani di puskesmas masing-masing kecamatan,” jelasnya. (f1/sb)  

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard