Lewati ke konten utama
HUKUM

Mayat Tangan dan Kaki Terikat Ternyata Korban Perampokan, Perhiasan dan Uang Tunai Raib

Redaksi 14-06-2023, 06:48 WIB 1 menit baca
Tampak pihak keluarga mengantarkan almarhum keperistirahatan terakhir. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Tampak pihak keluarga mengantarkan almarhum keperistirahatan terakhir. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA - Suasana tangis haru dari anak cucu dan keluarga korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan mengapung di sungai dengan kondisi kaki dan tangan terikat pecah saat mobil ambulan datang membawa peti jenazah.

Proses pemakaman dilaksanakan di komplek pemakaman Kristen Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Kota Palangka Raya, Rabu (14/6/2023) siang. Sebelumnya mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan di aliran sungai di wilayah Kayu Bulan, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas.

Korban bernama Ledoy (74) yang sebelumnya dilaporkan keluarganya ke pihak Kepolisian pada Kamis (8/6/2023) karena tidak pulang kerumah diduga menjadi korban pembunuhan dan perampokan.

Anak pertama almarhum bernama Yulianson mengatakan bahwa, pihaknya sangat sedih dan kehilangan atas meninggalnya orang tua kandung dengan cara yang tidak wajar.

"Kami mohon dari pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang dialami orang tua kami dan jelas itu sudah berencana disertai dengan penculikan, pembunuhan dan perampokan," kata Yulianson.

Dijelaskan anak almarhum Harta yang hilang dari orang tua adalah perhiasan, emas kalung dan cincin kalau uang masih belum jelas berapa nominalnya dan dalam penanganan kasus ini diserahkan semua kepada pihak kepolisian.

"Kami sekeluarga berharap pihak Kepolisian dapat secepatnya menangkap para pelaku yang sudah melakukan pembunuhan kepada orang tua kami," tandasnya. (ab/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard