Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Pastikan Tidak Ada Anak Putus Sekolah

Redaksi 14-09-2023, 09:38 WIB 1 menit baca
Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, H Halikinnor saat mengunjungi rumah salah satu anak yang putus sekolah. (FOTO:ISTIMEWA)
Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, H Halikinnor saat mengunjungi rumah salah satu anak yang putus sekolah. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor SH MM memberikan perhatian serius terhadap upaya untuk pencegahan naiknya angka anak putus sekolah.

Dan dirinya juga tidak segan-segan untuk datang langsung ke rumah yang bersangkutan dan membantu secara pribadi.

"Kita akan lakukan upaya semaksimal mungkin untuk membantu, agar tidak ada lagi anak putus sekolah akibat terkendala masalah biaya," kata Bupati Kotim, H Halikinnor, Kamis (14/09/2023).

Dan pada Rabu (13/9/2023) kemarin, dirinya melakukan kunjungan secara mendadak ke rumah salah satu warga Kecamatan Baamang dengan didampingi Sekda Fajrurrahman. Yaitu mengunjungi rumah warga yang menurut informasi kedua anaknya terancam putus sekolah akibat terkendala biaya.

Kedua anak tersebut merupakan kakak beradik yang bersekolah di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang saat ini sedang memerlukan bantuan.

Maka dari itu Bupati langsung mendatangi untuk mengetahui permasalahan yang terjadi, serta dikesempatan itu dia secara pribadi untuk melunasi semua keperluan sekolah kedua anak tersebut.

"Saya minta kepada Kepala Desa, Lurah maupun Camat untuk memperhatikan hal seperti ini. Jika ada anak yang terancam putus sekolah, segera koordinasikan agar dapat kita bantu. Pihak sekolah juga diharapkan dapat memberikan keringanan agar anak-anak tidak sampai putus sekolah," ucapnya.

Pemerintah Daerah terus berupaya menekan angka anak putus sekolah. Bebagai macam program dijalankan untuk membantu masyarakat karena pendidikan sangat penting bagi masa depan anak dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di Kotim.

Dirinya mengajak semua pihak swasta untuk turut membantu bidang pendidikan, melalui pembangunan fisik fasilitas pendidikan, membantu guru honorer dan memberikan beasiswa. Semakin besar keterlibatan dunia usaha dalam membantu bidang pendidikan, maka semakin besar juga anak yang terbantu sehingga angka anak putus sekolah bisa terus ditekan. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard