Pembangunan Drainase Utama Dalam Kota Sampit Dipastikan Selesai Sesuai Target
SB, SAMPIT – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan tiga saluran primer ring drain selesai sebelum 31 Desember 2023.
Ini disampaikan oleh Plt Dinas PUPRPRKP Kotim, Kaspul Zein kepada wartawan belum lama ini.
Ia mengungkapkan, tiga proyek pembangunan saluran primer ring drain yang dilaksanakan dalam Kota Sampit, yaitu salah satunya adalah drainase utama itu dibangun di Sei Baamang, Sei Mentawa dan Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 4.
"Proyek tersebut merupakan usulan Dinas PU pada akhir 2022 lalu. Alhamdulillah 2023 mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan II. Target tiga titik ini rampung akhir tahun ini,” ucap Kaspul Zein saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/9/2023).
Ia mengatakan, pekerjaan tersebut dimulai sejak 7 Maret 2023 dengan jangka waktu 210 hari. Adapun konsultannya CV Karya Nusa Adyatma sebagai penyedia jasa dan PT Duta Bhuana Jaya sebagai konsultan supervisi. Nilai anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 10.319.948.000 dari dana Surat Berharga Syariat Negara (SBSN).
"Untuk titik pertama jalan Menteng ke Pramuka arah utara sepanjang 350 meter, lebar 8 meter, kedalaman 3,4 meter dari dinding atas sampai dinding bawah. Anggaran sekitar Rp 10.319.948.000 dan diperkirakan sampai 2 Oktober 2023,” jelasnnya.
Untuk pekerjaan dititik kedua, dilaksanakan di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 1 Jalan Bawi Jahawen MT Haryono Barat di alur Sei Mentawa. Panjangnya 700 meter dari Jalan Jenderal Sudirman kilometer 1.
"Pelaksanaannya dimulai dari Jalan Bawi Jahawen-Jalan MT Haryono Barat. Untuk lebar dan kedalaman sama seperti di Jalan Pramuka. Pekerjaan dimulai 14 Maret dan diperikarakan sampai 31 Desember 2023 dengan nilai kontrak Rp 22.160.280.000,” sebutnya.
Terakhir yakni proyek di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 4. Saluran primer ring drain luar yang dibangun sepanjang 750 meter. Dengan perkiraan selesai 31 Desember dengan nilai kontrak Rp 23.700.000.000.
"Dalam proyek pembangunan drainase, ada delapan pengawas yang dilibatkan. Dua pengawas dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, tiga pengawas dari konsultan dan tiga pengawas dari kontraktor pelaksana,” tegasnya. (f1/sb)