Antisipasi ISPA Ditengah Kabut Asap, Dinkes Kotim Ajukan Bantuan 250 Ribu Masker ke Kemenkes
SB, SAMPIT – Akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) makin meluas, sehingga dalam waktu sepekan ini Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai diselimuti kabut asap yang dapat berdampak pada peyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Melihat kondisi kabut asap makin parah, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajukan permintaan masker ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Dinkes Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mengantisipasi penyakit yang diakibatkan kabut asap.
"Kita mengajukan permintaan 5.000 kotak atau 250 ribu picis masker ke Kemenkes melalui Dinkes Provinsi Kalteng untuk dibagikan secara gratis ke masyarakat,” kata Kadinkes Kotim, Umar Kaderi saat dikonfirmasi pada Senin (18/9)2023)
Hal ini dilakukannya sebagai salah satu upaya untuk menekan angka kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang mengalami peningkatan imbas dari penurunan kualitas udara akibat maraknya kebakaran hutan atau lahan (karhutla).
Dirinya mengakui, angka ISPA di Kotim meningkat pesat sehubungan dengan maraknya karhutla. Untuk itu pihaknya mengambil langkah-langkah guna menekan kasus ISPA tersebut.
Lanjutnya, hal ini bisa dilihat dari total kasus ISPA Kotim selama 8 bulan terakhir yang terdiri dari 4.424 balita, 2.639 anak-anak, 7.489 dewasa dan 910 lansia.
"Peningkatan kasus ISPA pada Juli naik sekitar 16 persen dari Juni dengan angka yakni 2020 kaus. Pada Agustus kembali meningkat sebesar 26 persen dibanding Juli dengan 2.708 kasus. Faktor utama kenaikan pada Agustus dampak dari Karhutla,” terangnya.
Namun untuk saat ini pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut, apakah disetujui atau tidak. Bila permintaan itu nanti disetujui, maka Masker tersebut akan distribusikan ke masyarakat. (f1/sb)