Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pembebasan Lahan Perpanjangan Runway Bandara Dipastikan Aman

Redaksi 24-08-2024, 02:38 WIB 1 menit baca
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat diwawancara oleh wartawan, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA)
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat diwawancara oleh wartawan, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor menegaskan tidak ada masalah terkait pembebasan lahan untuk pelebaran dan perpanjangan Runway Bandara Haji Asan Sampit.

"Terkait pembebasan lahan untuk pelebaran dan perpanjangan runway bandara tidak ada masalah,” kata Halikinnor, Sabtu (24/8/2024).

Ia menerangkan, untuk proses pembebasan lahan tersebut semuanya telah mengikuti prosedur sesuai ketentuan, yakni penilaian dari Kantor Jas Penilaian Publik (KJPP), musyawarah dengan pemilik tanah, validasi data kepemilikan tanah, pembayaran uang ganti rugi, sertifikasi dan penyelesaian dokumen.

Ia juga mengatakan, kewenangan pengembangan bandara berada pada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

"Untuk pembebasan lahan sudah disetujui dan sudah dilakukan ganti rugi. Saya selaku Bupati selalu berkomitmen untuk membangun Kotim, banyak hal yang harus kita benahi dan kita bangun,” jelasnya.

Salah satunya pengembangan Bandara H Asan Sampit, di mana Pemkab Kotim telah menandatangani nota kesepakatan pengembangan bandar, dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

“Program yang disepakati, yaitu perpanjangan runway pada 2024, pelebaran runway pada 2025, pelebaran apron, pembangunan gedung pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP-PK), serta perluasan gedung terminal existing pada 2026 dan pada 2027,” terangnya.

Hal tersebut dilakukannya agar Bandara H Asan Sampit dapat menjadi pilihan transportasi udara dan meningkatkan konektivitas antar wilayah ke Kotim.

“Kita juga akan membangun terminal baru, perpanjangan runway tahap II, dan displacement runway pada bandara, tujuannya untuk memajukan penerbangan dan perhubungan udara di Kotim,” tutup Halikinnor. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard