Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Halikinnor Instruksikan Puskesmas Rutin Pantau Lansia 74 Tahun Hidup Sebatang Kara

Redaksi 26-10-2026, 19:52 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika mengunjungi lansia 74 tahun yang hidup sebatang kara di Jalan Metro TV. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika mengunjungi lansia 74 tahun yang hidup sebatang kara di Jalan Metro TV. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Nasib seorang perempuan lanjut usia (lansia) berumur 74 tahun yang hidup sebatang kara dalam kondisi sakit di Jalan Metro TV, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat perhatian Bupati Halikinnor.

Saat mengunjungi lansia tersebut, Senin (26/10/2026), Halikinnor langsung menginstruksikan pihak puskesmas agar rutin memantau kondisi kesehatannya, memastikan pengobatan berjalan, serta memberikan perhatian berkelanjutan.

“Saya minta orang puskesmas rutin memantau perkembangan kesehatannya dan memberikan pengobatan. Jangan sampai karena beliau hidup sendiri, kondisi kesehatannya tidak terpantau,” tegas Halikinnor.

Lansia yang diketahui berasal dari Kalimantan Selatan itu telah lama tinggal di Kotim. Namun, tidak adanya keluarga yang mendampingi membuat perempuan tersebut membutuhkan perhatian lebih, terutama ketika sedang sakit dan harus menjalani aktivitas sehari-hari seorang diri.

Tak hanya tenaga kesehatan, Halikinnor juga meminta lurah setempat dan warga di sekitar tempat tinggal lansia itu ikut mengawasi kondisinya. Ia menekankan pentingnya kepedulian lingkungan agar kebutuhan dan keselamatan lansia tersebut tetap terjaga.

“Saya juga minta lurah serta tetangga kiri dan kanan ikut memantau kondisinya. Kalau ada apa-apa, segera informasikan supaya bisa cepat ditangani,” ujarnya.

Halikinnor menjelaskan, lansia tersebut sudah terdata sebagai warga Kotim dan menerima bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH). Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan bantuan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhannya.

Ia juga mengapresiasi para tetangga yang selama ini membantu menyediakan makanan bagi lansia tersebut. Menurutnya, kepedulian warga menjadi sangat berarti bagi masyarakat yang tidak memiliki keluarga untuk merawat mereka.

“Terima kasih kepada tetangga yang setiap hari membantu memberikan makanan. Saya juga berterima kasih kepada komunitas Darurat Nasi yang membantu memberikan informasi dan turun langsung membantu warga yang tidak mampu,” ungkapnya.

Selain memastikan pemantauan kesehatan dan bantuan sosial, Halikinnor menyebut akan mengupayakan bantuan secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan lansia tersebut, termasuk kemungkinan memperbaiki tempat tinggalnya sesuai kondisi yang ada.

Ia berharap perhatian pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kelurahan, dan masyarakat dapat berjalan beriringan agar lansia yang hidup sendiri tetap memperoleh perawatan dan kehidupan yang lebih layak. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard