Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba

Redaksi 29-08-2024, 05:00 WIB 1 menit baca
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat diwawancara oleh wartawan, belum lama ini. (FOTO:ABU)
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat diwawancara oleh wartawan, belum lama ini. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor ingatkan para pelajar agar tak menyalahgunakan narkoba. Hal tersebut dikarenakan para generasi muda yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba akan sulit mencapai cita-citanya.

Bahkan lebih parahnya, narkoba jenis apa pun dapat mengganggu fungsi otak dan dikucilkan di lingkungan masyarakat.

"Olehnya itu saya berharap para orang tua, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang memberikan imbauan secara langsung kepada anak-anak kita," kata Halikinnor, Kamis (29/8/2024).

Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba merupakan masalah yang sangat berat.

Berdasarkan informasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kateng) peredaran narkoba telah menyentuh segala sektor,” ujar Bupati Kotim Halikinnor.

Tidak hanya itu orang nomor 1 di Kotim tersebut pun mengatakan banyak pekerja perusahaan yang terindikasi menyalahgunakan narkoba.

“Mungkin mereka menggunakan narkoba sebagai doping, agar tidak mengantuk dan kuat bekerja dalam waktu yang lama,” ujarnya.

Meski begitu, dampak dari penggunaan narkoba dalam waktu lama, tentu sangat buruk sekali bagi tubuh.

Lanjutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan dengan penegakan saja, namun harus dimulai melalui dari lingkungan terkecil. 

"Mulai dari rumah tangga harus aktif dalam memberikan edukasi kepada anak-anaknya, bahwa narkotika sangat berbahaya dan merusak generasi penerus kita," terangnya.

Bupati Kotim mengatakan tidak ada jaminan dengan adanya BNNK narkoba akan hilang, meski mereka lembaga yang berfokus pada pemberantasan narkoba.

"Kita harus mulai edukasi dari keluarga, karena bukan hanya 1 atau 2 orang yang mengonsumsi, tapi ribuan orang. Jadi dari keluarga untuk memulai pencegahan penyalahgunaan narkoba,” tutup Halikinnor. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard