Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Manfaatkan Waktu Tersisa untuk Meningkatkan PAD

Redaksi 18-10-2024, 01:06 WIB 1 menit baca
Pjs Bupati Kabupaten Kotim, H Shalahuddin saat menyampaikan sambutan pada rapat paripurna dewan. (FOTO:ABU)
Pjs Bupati Kabupaten Kotim, H Shalahuddin saat menyampaikan sambutan pada rapat paripurna dewan. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Pjs Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Shalahuddin mengajak semua pihak agar tetap optimis bekerja untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan menyelesaikan semua program yang berjalan.

"Meskipun kita dihadapkan pada kondisi yang bersamaan dengan diselenggarakannya pemilihan kepala daerah (pilkada). Kita harus tetap optimis untuk menyelesaikan semua kewajiban kita,” kata Shalahuddin, Jumat (18/10/2024).

Dia juga mengajak pemangku kepentingan bersama-sama bergandengan tangan untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada. Setidaknya, dirinya berharap realisasi pendapatan daerah dan penyerapan belanja daerah bisa mendekati target yang telah ditetapkan.

“Kita semua berharap, mudah-mudahan upaya kita semua, baik eksekutif maupun legislatif, serta pemangku kepentingan lainnya dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan evaluasi dan analisa terhadap APBD hingga berakhirnya tahun anggaran 2024 ini, perubahan rancangan APBD Kotim tahun anggaran 2024, yakni asumsi pendapatan sebelum perubahan sebesar Rp 2.428.261.420.400, setelah perubahan Rp 2.428.261.420.400

Asumsi belanja, sebelum perubahan sebesar Rp2.474.746.721.400, setelah perubahan sebesar Rp 2.491.493.892.350. Ada penambahan sebesar Rp 16.747.170.950.

"Defisit sebelum perubahan sebesar Rp 46.485.301.000, setelah perubahan sebesar Rp 63.232.471.950. Ada penambahan sebesar Rp 16.747.170.950", terangnya.

Kemudian, pembiayaan yang terbagi menjadi tiga, yang pertama penerimaan pembiayaan, dengan rincian sebelum perubahan sebesar Rp 61.765.301.000, setelah perubahan sebesar Rp 234.106.773.908. Ada penambahan sebesar Rp 172.341.472.908.

Kedua, pengeluaran pembiayaan, sebelum perubahan sebesar Rp 15.280.000.000, setelah perubahan sebesar Rp 15.280.000.000, tidak ada penambahan.

Ketiga, pembiayaan netto, sebelum perubahan sebesar Rp 46.485.301.000, setelah perubahan sebesar Rp 218.826.773.908, bertambah sebesar Rp 172.341.472.908. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard