H Darwandie, SH., MH.
SB, KUALA KAPUAS - Anggota DPRD Kabupaten Kapuas H Darwandie, SH., MH., menegaskan dalam menghadapi krisis pangan lokal harus diantisipasi dan dibutuhkan kesiapan dari pemerintah daerah Kapuas, salah satunya harus melakukan langkah dengan ketersediaan beras daerah.
"Kita Tahun 2022 ini alami krisis pangan lokal, karena serangan hama, jadi kedepan harus diantisipasi," kata H Darwandie.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kapuas, H Darwandie hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kapuas, HKTI dan KTNA di ruangan rapat gabungan Komisi.
"Kita meminta pemerintah daerah Kapuas harus anggarkan minimal Rp1 Miliar untuk ketersediaan beras daerah," kata Politisi senior ini.
Lanjutnya adanya stok beras daerah, agar mengantisipasi bencana di daerah tidak perlu lagi harus menunggu penyaluran beras di Perum Bulog oleh pemerintah pusat, karena harus menunggu status siaga bencana nasional.
"Kalau bencana gagal panen, jadi pemerintah daerah langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat, pasalnya stok beras daerah sudah ada," tegasnya.
Selain itu, kata Darwandie, jika terjadi krisis pangan dengan kenaikan harga beras, jadi daerah bisa mengambil alih dalam penanganan bencana daerah. Sehingga setidaknya ada 100 ton beras yang menjadi cadangan pemerintah daerah.
"Jika kita punya stok beras sendiri, maka khusus untuk penanganan bencana alam, jadi bisa digunakan membantu petani yang terdampak bencana seperti hama tungro," tandasnya. (dm)