Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemprov Kalteng Sosialisasikan Pengelolaan Dana BOSP dan BOSDA

Redaksi 21-10-2024, 11:57 WIB 2 menit baca
Plh Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ahmad Husain ketika menyampaikan sambutan gubernur di Sosialisasi BOSP dan BOSDA. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Plh Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ahmad Husain ketika menyampaikan sambutan gubernur di Sosialisasi BOSP dan BOSDA. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Pendidikan menggelar sosialisasi pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di Palangka Raya pada Senin (21/10/2024).

Kegiatan yang diikuti seluruh kepala sekolah tingkat SMA/SMK dan perwakilan guru tersebut dibuka oleh Plh Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ahmad Husain mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

Dalam sambutan gubernur dibacakan Ahmad Husain, pendidikan merupakan investasi terbesar bagi masa depan bangsa, yaitu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, yaitu untuk melahirkan generasi penerus yang unggul, cerdas, kreatif, dan tangguh.

"Pemerintah, baik pusat maupun daerah, telah mengalokasikan anggaran yang besar untuk program BOSP dan BOSDA sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di jenjang dasar dan menengah," ujar Ahmad Husain.

Ia menegaskan, bahwa dana BOS harus digunakan secara efektif dan efisien untuk mendukung operasional sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperbaiki sarana dan prasarana, serta meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, dana BOS juga berperan penting dalam meringankan beban biaya pendidikan masyarakat.

"Pengelolaan dana BOS harus dilakukan secara tepat, cepat, cermat, dan transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kita harus menutup semua celah yang memungkinkan terjadinya penyalahgunaan dana ini agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal oleh seluruh anak-anak Kalimantan Tengah," tegasnya.

Hal ini adalah salah satu langkah pembinaan dari Pemerintah Provinsi Kalteng agar pengelolaan dana BOS dilakukan dengan baik, efektif dan efisien.

Pengelolaan dana BOS bukanlah tugas yang mudah, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas bagi kepala sekolah dan bendahara sekolah dalam mengelola dana tersebut.

"Diharapkan melalui sosialisasi ini, para peserta dapat memahami perencanaan dan pelaporan yang transparan dan akuntabel. Saya berpesan agar peserta aktif dan sungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini, serta tidak ragu untuk bertanya jika ada hal yang kurang jelas," tutupnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan Kalteng, Safrudin mengatakan, ini adalah untuk menyamakan persepsi serta memberikan pemahaman yang tepat terkait pengelolaan dana BOSP dan BOSDA, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan sistem pengelolaan keuangan sekolah yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Setiap satuan pendidikan harus mampu menyusun laporan dengan benar dan menyampaikannya tepat waktu kepada Dinas Pendidikan," ujar Safrudin. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard