Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Dapat Tambahan Anggaran Senilai Rp 50 Miliar

Redaksi 22-10-2024, 02:54 WIB 1 menit baca
Sekda Kabupaten Kotim, Sanggul Lumban Gaol saat menyampaikan sambutan saat menghadiri acara. (FOTO:DISKOMINFO KOTIM)
Sekda Kabupaten Kotim, Sanggul Lumban Gaol saat menyampaikan sambutan saat menghadiri acara. (FOTO:DISKOMINFO KOTIM)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan penambahan anggaran senilai Rp 50 miliar. Hal ini disampaikan saat gelar rapat kompilasi anggaran perubahan 2024, Senin (21/10/2024).

Pj Sekda Kotim, Sanggul Lumban Gaol mengatakan pihaknya baru saja selesai rapat kompilasi anggaran perubahan 2024.

“Saat ini tinggal menunggu tanggapan dari Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kotim, Shalahuddin mengenai disetujuinya penambahan anggaran, senilai Rp 50 miliar,” kata Sanggul, Selasa (22/10/2024).

Ia juga mengatakan, adanya penambahan dana, anggaran perubahan 2024 Kotim mencapai Ro 2,563 triliun, setelah penambahan 50 miliar. Olehnya itu Sanggul meminta SOPD bisa memaksimalkan pelaksanaan tugas menyelesaikan anggaran dengan baik.

“DPRD Kotim juga menyarankan kepada Pemkab agar bagaimana meningkatkan PAD, kita akan melakukan evaluasi dan memanggil seluruh dinas yang bisa menghasilkan PAD,” terangnya.

Terutama dinas-dinas yang bisa menghasilkan retribusi dan pajak untuk peningkatan pendapatan asli daerah.

“Akan kita intensifkan dan lakukan dialog dibantu oleh DPRD, agar tidak ada yang disembunykan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan Kotim,” jelas Pj Sekda Kotim.

Ia pun menjelaskan terkait dana DBH ada perkebunan sawit dan batu bara, akan berkoordinasi dengan kementerian masing-maisng.

"Kami akan mencari berapa matrik ton yang telah dikirim dari sampit ke luar, setelahnya kita akan melihat harga naik atau turun,” terangnya.

Sanggul mengatakan akan memantau harga jual dari SDA yang ada di Kotim, pendapatan daerah akan turun, jika harga yang jual turun.

Seperti halnya sawit, walaupun Kotim terbesar di Indonesia, kalau harga tingkat dunia turun maka pendapatan pun akan turun.

“Kitabekerja sama dengan kelompok pengusahan sawit supaya bisa meningjatkan PAD dari DBH. Kemudian akan kita canangkan dan terapkan pada 2025,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard