Lewati ke konten utama
HUKUM

Tim Gabungan Temukan Mahasiswa di Kamar Kos Perempuan saat Razia Malam

Redaksi 26-10-2024, 11:47 WIB 2 menit baca
Tim gabungan ketika melakukan razia di sejumlah wisma dan kos-kosan di Kota Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Tim gabungan ketika melakukan razia di sejumlah wisma dan kos-kosan di Kota Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya bersama tim gabungan dari TNI, Polri, kejaksaan dan PPNS Polda Kalteng menggelar razia di beberapa kos-kosan dan wisma di Jalan Temanggung Tilung VI dan Jalan Menteng XII pada Jumat (25/10/2024) malam. Razia ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan seorang pria yang diketahui berstatus mahasiswa berada di kamar kos seorang perempuan. Kepada petugas, pria tersebut mengaku sedang menemani pacarnya yang sedang sakit. Namun, karena mereka tidak memiliki ikatan suami istri, petugas pun meminta pria itu meninggalkan lokasi.

"Kami menemukan laki-laki di Tilung VI yang sedang berada di kos perempuan. Kami mengimbau agar mereka menjaga situasi yang kondusif, dan pria tersebut kami minta untuk pulang," ujar Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto.

Lanjut Berlianto, operasi ini merupakan bagian dari langkah preventif Satpol PP untuk memantau warga yang tinggal di kos-kosan atau wisma tanpa identitas lengkap.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas Kamtibmas jelang Pilkada, serta memantau orang-orang yang tinggal tanpa identitas lengkap di wilayah Kota Palangka Raya, khususnya di wisma dan kos-kosan,” jelas Berlianto.

Ia juga menegaskan bahwa operasi serupa akan terus dilaksanakan hingga menjelang Pilkada. Razia ini akan berlanjut hingga tanggal 2 November, termasuk penyisiran di tempat hiburan malam pada jam-jam tertentu.

“Kami akan melanjutkan razia ini besok dan lusa, kemudian pada tanggal 31 Oktober hingga 2 November, pengecekan akan difokuskan kembali di kos-kosan dan wisma, serta beberapa tempat hiburan pada pukul 10 ke atas,” tambahnya.

Berlianto berharap agar para penghuni kos-kosan dan wisma memiliki tanggung jawab dan identitas yang jelas untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Harapan kami, semua tempat ini dihuni oleh orang-orang yang bertanggung jawab, yang memiliki KTP dan tujuan yang jelas,” tutupnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard