Akhir 2025 Kotim Bebas Blank Spot
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan wilayah bebas blank spot atau area tanpa sinyal internet pada akhir tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kotim untuk mewujudkan pemerataan akses internet hingga pelosok daerah.
Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan seluruh wilayah di Kotim terjangkau layanan komunikasi dan internet.
"Kami berharap pada akhir tahun 2025 nanti, layanan komunikasi dan akses internet dapat menjangkau 100 persen wilayah di Kotim. Dengan demikian, tidak akan ada lagi wilayah yang masuk kategori blank spot," Kata Halikinnor, Jumat (10/1/2025).
Halikin mengatakan, akses internet yang merata, sangat penting bagi masyarakat di era digital saat ini. Internet tidak hanya dibutuhkan untuk mengakses informasi, tetapi juga mendukung berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, hingga bisnis berbasis digital.
Halikin mengungkapkan bahwa dari total 168 desa di Kotim, masih ada tujuh desa yang belum terjangkau sinyal komunikasi dan internet. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi hal tersebut.
"Pemerintah berkomitmen memberikan pemerataan layanan telekomunikasi hingga daerah terpencil dengan memasang VSAT layanan internet gratis dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo, serta memasang layanan internet Starlink di beberapa titik," jelasnya.
Menurut Halikin, pemerataan akses internet merupakan prioritas untuk mendukung transformasi digital di Kotim. Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses informasi, pendidikan, dan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman dan terpencil.
"Kami yakin dengan langkah ini akan terbuka peluang baru di berbagai sektor, yang pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan," tandasnya.
la juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menyukseskan program transformasi digital ini.
"Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis percepatan pembangunan di Kotim akan terwujud, terutama dalam hal menciptakan konektivitas yang lebih baik," tutupnya. (f1/sb)