PRESS RELEASE : Kasus pembunuhan anggota Polda Kalteng dan sejumlah pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti. FOTO: HERIYANTO
SB, PALANGKA RAYA - Tak butuh waktu lama sejumlah terduga pembunuh Aipda Andre Wicaksono berhasil diringkus oleh tim gabungan dari Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya dan Polsek Pahandut.
Korban diketahui bertugas di Biddokes Polda Kalteng tersebut ditemukan tewas di kawasan kampung narkoba Ponton Kota Palangka Raya dengan luka tembak dan sabetan senjata tajam pada Jumat (2/12/2022) kemarin sore.
Dari informasi terduga pelaku pembunuh almarhum Andre berjumlah lebih dari sepuluh orang. Yang sejumlah pelaku berhasil diamankan di Mapolresta Palangka Raya dan sejumlah orang lainnya masih dalam pemburu tim gabungan.
Pelaku pembunuhan yang sudah diamankan yakni SH alias Lili (52) warga Jalan Pinus Induk, NY alias Tengkong (29) warga Jalan Kalimantan, BI alias Japang (29) warga Jalan Rindang Banua, AD alias Tikus (43) warga Jalan Kalimantan, MI alias Bal Tumbal (27) warga Jalan Dr Murjani dan AK (36) warga Jalan Rindang Banua.
Sedangkan sejumlah pelaku lain masih dalam pemburuan pihak kepolisian, dan identitas pun sudah dikantongi.
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Eko K Saputro mengatakan, pelaku yang berhasil diamankan sebanyak delapan orang dan dua orang masih dalam pengejaran, salah satunya adalah pelaku utama.
"Terkait motif masih dalam pengembangan. Yang jelas delapan orang sudah kami amankan diduga terlibat melakukan penganiayaan dan menyebabkan korban anggota Polda Kalteng meninggal dunia. Hasil pemeriksaan di rumah sakit korban mengalami luka tembak bagian leher dan telinga menggunakan airsoftgun, luka bacok dan lebam bekas pukulan," terang Kabid Humas saat memimpin press release didampingi Dirreskrimum Polda Kalteng, Kombes Pol Faisal F Napitupulu, Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Budi Santosa dan pejabat lainnya di Mapolresta, Sabtu (3/12/2022).
Eko menambah, dari dua orang yang berhasil ditangkap ditemukan sejumlah barang haram jelas sabu. Selain itu juga barang bukti yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban seperti Sajam dan sejumlah besi serta balok kayu.
"Kita belum bisa menjelaskan terkait motif dan kenapa korban bisa ada di lokasi, karena masih dalam pengembangan dan pemeriksaan intensif terhadap kawanan pelaku. Dan semoga dua orang yang masih dalam pengejaran segera ditangkap," tukasnya.
Disampaikan Eko, pihaknya akan terus melakukan penertiban kawasan Ponton yang dikatakan sebagai kampung Narkoba.
"Kita akan rutin melakukan Patroli dikawasan tersebut sampai benar-benar bersih dari narkoba. Juga tidak segan-segan melakukan penindakan terhadap pengedar atau penyalah narkoba," tutupnya. (ok)