Lewati ke konten utama
Provinsi

Kalteng Kekurangan 1.850 Dokter

Redaksi 24-01-2025, 09:19 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul

SB, PALANGKA RAYA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, menegaskan bahwa kebutuhan dokter di wilayah ini masih sangat tinggi. Berdasarkan rasio ideal, setiap seribu penduduk memerlukan satu orang dokter. Dengan populasi sekitar 2,7 juta jiwa, Kalimantan Tengah membutuhkan setidaknya 2.700 dokter.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan jumlah dokter saat ini baru mencapai 850 orang. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 1.850 dokter untuk mencapai standar ideal.

"Tapi faktanya, kita hanya mempunyai sekitar 850 dokter. Berarti kita masih kekurangan 1.850 dokter, dan pemenuhannya tentu akan dilakukan secara bertahap," ujar Suyuti saat diwawancarai, Kamis (23/1/2025).

Meski secara rasio masih jauh dari ideal, Suyuti menjelaskan bahwa dari 204 puskesmas yang tersebar di Kalimantan Tengah, hanya 8 puskesmas yang hingga saat ini belum memiliki dokter.

"Kalau secara rasio, itu memang persoalan berbeda karena tidak semua dokter harus diangkat pemerintah. Tapi, untuk puskesmas yang dikelola pemerintah, tinggal 8 saja yang belum punya dokter," jelasnya.

Suyuti mengungkapkan bahwa butuh waktu hingga 20 tahun untuk mencukupi kekurangan dokter jika mengandalkan lulusan kedokteran yang ada saat ini. Setiap tahunnya, Universitas Palangka Raya (UPR) hanya mampu meluluskan sekitar 50 dokter baru.

"Lulusan UPR itu paling banyak 50 orang per tahun. Jadi, kalau saya ingin mencukupi rasio itu (dengan catatan jumlah penduduk tidak bertambah dan tidak ada dokter yang pindah atau meninggal) maka saya butuh 20 tahun," paparnya.

Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter, Dinkes Kalteng berencana mendorong peningkatan kapasitas lulusan dari dua universitas, yakni Universitas Palangka Raya (UPR) dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR).

“UPR kita dorong mudah-mudahan lulusannya bisa 100 orang pertahun, UMPR juga mudah-mudahan bisa 100, jadi kita bisa 200 setahun, artinya 5 tahun kita bisa penuhi,” tegasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard