DBH Sawit Penurunan Drastis dari Tahun Sebelumnya
SB, SAMPIT - Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) turu. Secara drastis pada 2025. Penurunan DBH Sawit ini tentu berdampak signifikan terhadap pembangunan daerah.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Alang Arianto mengatakan, pada 2023, Kotim menerima DBH sawit sebesar Rp 46 miliar. Angka ini turun menjadi Rp 41 miliar pada 2024 dan kembali anjlok drastis menjadi hanya Rp 16 miliar pada 2025 atau lebih dari setengah pengurangan.
Lanjutnya, ada dua faktor utama yang menjadi penyebab penurunan tersebut.
Pertama saat ini banyak perusahaan kelapa sawit di Kotim melakukan replanting atau peremajaan tanaman dalam skala besar. Proses ini membuat produksi sawit menurun karena tanaman yang baru ditanam belum menghasilkan.
"Kemudian, konflik lahan antara perusahaan dan masyarakat juga menjadi kendala serius. Pasalnya adanya pemortalan dan klaim lahan membuat perusahaan tidak bisa memanen kelapa sawit, sehingga produksi pun berkurang," ujarnya, Jumat (28/2/2025).
Ia menjelaskan, pada 2024, pertumbuhan di bidang pertanian, khususnya perkebunan, tercatat minus 0,19%. Melihat angka ini, wajar jika DBH sawit di wilayah Kotim ikut turun.
Alang menegaskan bahwa DBH sawit dihitung berdasarkan hasil produksi perkebunan, bukan dari luas Hak Guna Usaha (HGU). Oleh karena itu, setiap gangguan yang memengaruhi produksi akan berdampak langsung pada jumlah DBH yang diterima daerah.
"Bidang pertanian, khususnya perkebunan sawit, menjadi tumpuan utama Kotim. Hampir 60-70 persen perekonomian daerah bergantung pada sektor ini, meskipun ada juga kontribusi dari sektor pertambangan," pungkasnya. (f1/sb)