Hadapi Mudik Lebaran, Ini Langkah Dilakukan Dishub Kotim
SB, SAMPIT - Menjelang mudik lebaran 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) telah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran arus transportasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kotim, Rody Kamislam, menyampaikan bahwa pihaknya akan mendirikan posko-posko sebagai pusat informasi serta melakukan pengecekan kesiapan transportasi darat dan laut.
"Kami menyiapkan posko-posko dengan petugas Dishub sebagai pusat informasi. Selain itu, kami juga akan melakukan pengecekan kesiapan transportasi di terminal, baik untuk moda darat maupun laut," ujarnya, Rabu (5/3/2025).
Saat ini, Terminal Sampit berfungsi sebagai transit antar kabupaten dan kota, dengan bus Damri yang mulai beroperasi di jalur Pangkalan Bun – Sampit – Palangka Raya.
Selain itu, Dishub juga telah berkoordinasi dengan pihak bandara serta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memastikan kelancaran layanan transportasi di semua jalur.
"Terminal di Kotim berperan sebagai transit, sementara terminal induk tetap berada di Palangka Raya. Kami memperkirakan jumlah pemudik di Kotim akan mengalami lonjakan, baik yang datang maupun pergi, dengan peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen saat cuti bersama dan libur panjang," jelasnya.
Terkait harga tiket, Rody menegaskan bahwa pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang telah menetapkan ambang batas harga tiket untuk moda transportasi seperti kereta api dan kapal laut agar tidak melonjak tajam.
"Kenaikan harga tiket diatur oleh pemerintah pusat agar tetap wajar dan tidak melebihi ambang batas. Hal ini untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan lonjakan jumlah pemudik dengan menaikkan harga tiket secara tidak wajar," tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kemungkinan adanya program mudik gratis dari pihak swasta atau perusahaan travel. Jika ada informasi terkait program tersebut, Dishub akan segera menyampaikan kepada masyarakat.
"Saat ini harga tiket masih stabil dan belum ada lonjakan signifikan. Namun, kami tetap mengimbau agar harga tiket tidak terlalu tinggi. Jika ada program mudik gratis dari pihak travel, kami akan segera informasikan kepada masyarakat," tambahnya.
Rody juga mengingatkan bahwa harga tiket bisa saja mengalami fluktuasi tergantung pada strategi pemasaran maskapai atau perusahaan transportasi, terutama saat hari keberangkatan jika kuota masih belum terpenuhi.
"Kami tidak bisa menjanjikan harga tiket tetap murah, tapi kami pastikan harga tiket tetap dalam batas yang wajar dan tidak terjadi lonjakan yang sangat tinggi," tutupnya. (f1/sb)