Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Target Baru Proyek Jalan Lingkar Selatan Digarap 2026

Redaksi 09-04-2025, 03:46 WIB 1 menit baca
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor ketika diwawancara oleh wartawan ini. (FOTO:ABU)
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor ketika diwawancara oleh wartawan ini. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT – Proyek perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit yang selama ini ditunggu masyarakat kembali mengalami penundaan. Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengungkapkan bahwa jalan tersebut belum bisa dikerjakan pada tahun 2025 akibat pemangkasan anggaran besar-besaran dari pemerintah pusat. Target pengerjaan kini digeser ke tahun 2026.

“Jalan itu merupakan kewenangan provinsi, dan kami di daerah tidak memiliki skema anggaran khusus untuk penanganannya,” kata Halikinnor, Rabu (9/4/2025)

Ia menambahkan, Pemkab Kotim hanya bisa melakukan perbaikan ringan atau pemeliharaan sementara, seperti penimbunan lubang-lubang besar, meskipun kondisinya rusak berat.

Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa proyek strategis ini masuk dalam daftar korban efisiensi anggaran nasional. Bahkan, lima proyek jalan lain di Kotim yang sudah dilelang, termasuk Simpang Kalang–Tumbang Kalang dan Jalan Desa Kandan–Camba, terpaksa ditunda karena seluruh anggaran infrastruktur di daerah dipangkas menjadi nol.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran sebelumnya menyampaikan bahwa dari total 7,3 kilometer panjang Jalan Lingkar Selatan, masih tersisa 1,7 kilometer yang belum diperbaiki.

Kekurangan anggaran menjadi kendala utama, di mana kebutuhan dana mencapai Rp 30 miliar, sementara dana tersedia tahun ini hanya sekitar Rp 3 miliar.

“Kami tetap berharap, sesuai janji gubernur, proyek ini bisa digarap tuntas pada 2026 agar distribusi barang dan mobilitas warga kembali lancar,” tutur Halikinnor.

Pemerintah daerah juga mempertimbangkan menggunakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membantu sebagian pengerjaan, meskipun cakupannya sangat terbatas. Sehingga kemungkinan jalan tidak akan bisa rampung pada tahun ini, karena dilakukan bertahap sesuai kemampuan ekonomi daerah.

Saat ini, warga dan pengusaha yang bergantung pada jalan tersebut harus bersabar lebih lama, dengan harapan komitmen perbaikan benar-benar terealisasi pada 2026 mendatang.(f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard