Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Buka Kegiatan Teknis Kelapa Sawit dan Field Trip 2025

Redaksi 28-04-2025, 02:29 WIB 2 menit baca
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat membuka kegiatan Teknis Kelapa Sawit dan Field Trip 2025. (FOTO:ABU)
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat membuka kegiatan Teknis Kelapa Sawit dan Field Trip 2025. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor memberikan apresiasi yang tinggi kepada media perkebunan atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan Teknis Kelapa Sawit dan Field Trip (TKS) 2025 pada Senin (28/4/2025).

Halikinnor menilai pelatihan teknis, field trip, dan pameran sangat penting karena dapat memperkuat pengetahuan dan kolaborasi untuk membangun industri sawit yang lebih produktif, berkelanjutan, dan kompetitif.

"Kita sangat apresiasi karena kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sawit di Kotim. Kita memanfaatkan lahan yang ada saat ini untuk produktivitasnya,” kata Halikinnor

Ia menjelaskan, melalui acara ini, bertujuan untuk memperkuat pemahaman teknis bagi seluruh pemangku kepentingan, mempercepat pelaksanaan program PSR, menyebarluaskan pengetahuan tentang pengelolaan ganoderma dan OPT, serta memperkenalkan praktik terbaik dalam penggunaan pupuk dan benih sawit bermutu.

"Dengan pertemuan ini bisa menjadi tukar pengalaman interkasi ide sesama perusahaan  dalam menjaga bersama perkebunan sawit di Kotim,” ujarnya.

Dengan adanya field trip, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan (learning by doing).

"Saya juga menyambut baik penyelenggaraan pameran benih dan pupuk yang dibuka untuk umum, agar masyarakat lebih mengenal produk-produk berkualitas penunjang keberhasilan perkebunan sawit,” terangnya.

Ia menilai momentum juga memperkuat komitmen meningkatkan produktivitas dan daya saing kelapa sawit, khususnya di kabupaten kotawaringin timur.

"Semoga TKS 2025 berjalan lancar, memberi manfaat besar, dan berkontribusi nyata bagi industri sawit nasional yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bermartabat,” jelasnya.

Sementara itu panitia, Hendra J Purba mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada semua pemangku kepentingan atas bahaya genoderma dan bagin teknologi pengendalian yang ada.

"Media Perkebunan ikut terpanggil mengatasi masalah diatas. Karena itu bekerjasama dengan P3PI dan GAPKI Cabang Kalteng acara Teknis Kelapa Sawit ini diadakan,” ujarnya.

Dalam acara ini ada pameran yang menampilkan sumber benih sehingga akses petani pada sumber benih semakin mudah. Juga ada pameran sarana produksi untuk mendukung peningkatan produktivitas.

"Harapan kami sumbangan kecil ini memberi manfaat yang besar. Memang selain masalah teknis, ada masalah non teknis yang jadi penyebab. Semoga TKS ini mampu menggerakkan semua pihak di Kalteng meningkatkan produktivitas sehingga posisi Indonesia tetap terjaga,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard