Kurangi Konflik Manusia dan Buaya, Pemkab Kotim Rencanakan Pembangunan Fasilitas Penangkaran Buaya
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten, Kotawaringin Timur (Kotim) akan menggandeng Kementerian Kehutanan untuk membangun fasilitas penangkaran buaya.
"Kita sudah komitmen dengan Kementerian Kehutanan. Hal ini kita lakukan untuk mengurangi konflik antara manusia dan buaya,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Selasa (29/4/2025)
Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas penangkaran tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam mengatasi serangan buaya terhadap warga.
Pemkab Kotim juga siap mengalokasikan anggaran dari APBD untuk mendukung penyediaan pakan buaya di penangkaran.
“Biasanya buaya kalau kenyang tidak akan memangsa manusia. Selama ini mungkin karena buaya lapar dan banyak aktivitas manusia di sungai, sehingga terjadi gangguan,” kata Halikinnor.
Selain rencana pembangunan penangkaran, Pemkab Kotim juga memprogramkan penyediaan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dan air bersih di wilayah rawan konflik, seperti Samuda, Parepok, hingga Kecamatan Pulau Hanaut.
Fasilitas ini diharapkan mengurangi ketergantungan warga terhadap sungai, yang selama ini menjadi titik rawan serangan buaya.
“Itu sudah kita programkan. Salah satunya dengan memastikan air bersih sampai ke wilayah-wilayah tersebut, agar masyarakat tidak lagi beraktivitas di sungai,” pungkanya. (f1/sb)