Pemkab Rencanakan Pembangunan Gedung Baru DPRD Kotim
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) berencana membangun gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim di kawasan Lingkar Utara, dengan luas lahan mencapai empat hektare.
Bupati Kotim Halikinnor, menyampaikan bahwa kantor DPRD yang saat ini digunakan sudah tidak layak dan tidak lagi representatif untuk mendukung tugas serta fungsi kelembagaan legislatif.
“Saya lihat kantor DPRD ini sudah tidak layak lagi. Meski kantor bupati juga perlu renovasi, namun gedung DPRD kita prioritaskan karena ini adalah gedung rakyat,” kata Halikinnor, Kamis (8/5/2025).
Ia pun mencontohkan seperti ruang ketua DPRD yang dinilainya terlalu sempit untuk menerima tamu, termasuk dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Selain itu, saat pembahasan anggaran tahunan, DPRD terpaksa meminjam aula milik Bapperida dan BKAD karena keterbatasan ruang rapat komisi.
“Gedung ini sudah dibangun sejak puluhan tahun lalu. Meskipun saat ini kita tengah melakukan efisiensi anggaran, kita tetap akan berupaya agar perencanaan pembangunan gedung DPRD bisa dimulai tahun depan,” tambahnya.
Halikinnor menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menghambat prioritas pembangunan yang mendukung pelayanan publik. Apalagi saat ini kondisi ruang komisi sudah tidak memadai, sementara Kotim memiliki posisi strategis sebagai barometer Kalimantan Tengah.
“Kita ingin gedung baru DPRD ini dilengkapi ruang rapat masing-masing komisi. Mungkin di kawasan lingkar kota masih tersedia lahan yang memungkinkan untuk lokasi pembangunan,” tuturnya.
Halikinnor juga menyampaikan harapannya agar pembangunan ini menjadi salah satu warisan pada masa kepemimpinannya. “Setelah ini saya tidak bisa maju lagi. Pada periode pertama saya fokus menghadapi Covid-19, sementara saat ini tantangannya adalah efisiensi anggaran. Karena itu, kita mulai dari pengadaan tanah agar pembangunan bisa terwujud dalam periode ini,” jelasnya.
Selain gedung DPRD, Pemerintah Kabupaten Kotim juga merencanakan pembangunan gedung pertemuan besar yang terbuka untuk umum.
“Saya ingin ada gedung besar dengan pintu masuk dan keluar yang memadai, agar tidak perlu lagi menyewa tempat seperti Werra atau Wella. Parkir selama ini juga memakan jalan. Gedung ini nanti bisa menampung 10 sampai 15 ribu orang, dan terbuka untuk siapa saja, termasuk masyarakat yang ingin menyewa,” tutup Halikinnor. (f1/sb)