Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Kotim Berpeluang Besar Jadi Lokasi Sekolah Rakyat Kemensos

Redaksi 14-05-2025, 04:16 WIB 2 menit baca
Wabup Kotim, Irawati ketika mengikuti diskusi tentang sekolah rakyat. (FOTO:ISTIMEWA)
Wabup Kotim, Irawati ketika mengikuti diskusi tentang sekolah rakyat. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati menegaskan bahwa Kotim berpeluang besar menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

"Kalau dilihat kemarin ke Kemensos dan diterima langsung oleh sekjennya, kalau melihat hasil dari pembicaraan kita untuk Kalimantan Tengah memang layak Kotawaringin Timur," ujar Irawati, Rabu (14/5/2025)

Menurut Irawati, dari empat kabupaten yang diusulkan, yakni Kotim, Gunung Mas, Kapuas, dan Katingan, Kotim memenuhi syarat dengan lahan seluas 5,9 hektare.

"Tetapi itu dilihat lagi kawasannya seperti apa, lahannya juga seperti apa, kemiringannya, datarannya, dan lembahnya," jelasnya.

Untuk itu, survei dilakukan sebagai rekomendasi ke Kementerian PUPR dan Kemensos.

"Karena yang mempunyai potensi adalah Kabupaten Kotim, dan kemarin kita diminta untuk mencari lokasi sementara untuk Sekolah Rakyat. Akhirnya kita laporkan ke Bapak Bupati dan diusulkan Islamic Center," ungkap Irawati.

Ia menambahkan, pengusulan tersebut langsung ke Kemensos tanpa melalui provinsi.

"Memang kemarin ada beberapa yang diusulkan, tapi yang lebih representatif adalah Islamic Center," katanya.

Irawati menyebut, Kotim menjadi prioritas karena angka kemiskinan yang tinggi. "Mereka dari Kemensos meminta hasil survei lahan untuk dihibahkan sebagai Sekolah Rakyat," lanjutnya.

Irawati mengungkapkan, pihaknya akan kembali ke Kemensos pada 19 Mei mendatang untuk menyerahkan video survei lahan di Islamic Center dan hasil netting lahan hibah.

"Insya Allah nanti kita akan ke sana lagi untuk mengantarkan video yang kita ambil di Islamic Center," terangnya.

Selain Kotim, Barito Timur juga menyatakan kesiapan untuk mendukung program tersebut.

"Bupati Barito Timur langsung datang dan mereka menyatakan siap, bahkan memiliki lahan 11 hektare," ujar Irawati.

Ia juga menjelaskan, Barito Timur juga sudah siap dengan lokasi sementara Sekolah Rakyat. Namun demikian, Kotim tetap optimistis karena jumlah penduduk miskin di wilayah ini dianggap paling banyak di Kalteng.

"Intinya mereka mendukung terhadap program itu, tetapi Kotim dipilih karena banyak masyarakat miskin di sini yang memerlukan program ini," tegasnya.

Untuk tenaga pendidik, Irawati menyebut bahwa semua akan didatangkan dari pusat, sedangkan kepala sekolah harus berasal dari daerah.

"Kemarin diminta kepala sekolah harus memiliki kepribadian tegas dan tidak memiliki kepribadian ganda," paparnya.

Menurutnya, Kemensos menekankan bahwa mendidik anak-anak dari keluarga miskin lebih sulit daripada mendidik anak nakal.

"Karena anak-anak miskin itu ada salah satu mindsetnya yang sulit diubah, contohnya meminta, dan itu sulit merubahnya. Namun ini bukan berarti kita merendahkan," tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard