Bupati Kotim Tinjau Rencana Perpanjangan Runway Bandara H Asan Sampit
SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, meninjau langsung lokasi rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara H Asan Sampit. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan dalam mendukung peningkatan fasilitas bandara.
Menurut Halikinnor, ujung runway sebelah timur masih terdapat jalan yang kerap digunakan oleh masyarakat di wilayah hulu. Namun, jalan tersebut direncanakan akan ditutup karena berada di atas lahan milik bandara dan akan dimanfaatkan untuk perpanjangan runway.
"Lahan itu milik bandara, dan rencananya jalan akan ditutup. Aktivitas masyarakat akan dialihkan ke Jalan Betirai, yang nanti akan kita aspal untuk mendukung mobilitas mereka," jelas Halikinnor.
Penutupan jalan tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan keselamatan operasional penerbangan.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Runway bandara harus benar-benar aman,” tegasnya.
Peningkatan fasilitas bandara dilakukan seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan arus masuk investor ke wilayah Kotim. Saat ini, runway Bandara Haji Asan memiliki panjang 2.060 meter dan akan diperpanjang menjadi 2.200 meter, dengan lebar 45 meter.
Meskipun spesifikasi teknis menyebutkan lebar 30 meter, Bupati menegaskan tidak menjadi masalah selama nilai PCN (Pavement Classification Number) mencukupi.
Saat ini, Bandara Haji Asan hanya dilayani oleh maskapai Nam Air. Namun, dengan kondisi pesawat yang tergolong tua, kekhawatiran terhadap keberlanjutan operasional menjadi alasan utama pengembangan agar ke depan dapat melayani pesawat berbadan lebar seperti Airbus A320.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kotim telah menghibahkan lahan seluas 5 hektare kepada Kementerian Perhubungan untuk proyek perpanjangan runway. Sementara itu, proses pemindahan gedung PKP-PK ke lahan seluas 1,8 hektare juga sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada 2025. (f1/sb)