Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Komitmen Turunkan Stunting, Pj Sekda Kotim Hadiri Gebyar Posyandu Presisi di Desa Pelangsian

Redaksi 22-05-2025, 03:26 WIB 1 menit baca
Pj Sekd Kotim, Masri ketika menghadiri Gebyar Posyandu Presisi yang dilaksanakan Polres setempat. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Pj Sekd Kotim, Masri ketika menghadiri Gebyar Posyandu Presisi yang dilaksanakan Polres setempat. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Dalam rangka mendukung percepatan penurunan angka stunting, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Masri, menghadiri kegiatan Gebyar Posyandu Presisi yang digelar oleh Polres Kotim di Desa Pelangsian, Kamis (22/5/2025).

Masri menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Daerah dan Kepolisian dalam menjalankan program nasional untuk menekan angka stunting.

“Posyandu Presisi ini adalah program nasional pertama yang dilaksanakan secara terpadu antara Polres Kotim dan Pemerintah Daerah, dan ini menunjukkan komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting,” ujar Masri.

Ia menjelaskan, program pencegahan stunting perlu dilakukan secara tepat sasaran agar dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam mengikuti layanan kesehatan balita dan ibu hamil.

“Kami akan terus bersinergi dengan semua pemangku kepentingan dan mendukung sepenuhnya program ini melalui Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Polda Kalimantan Tengah dan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Polres di wilayah Kalteng.

“Dalam kegiatan ini dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, serta edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya penanganan stunting,” jelas Kapolres.

Desa Pelangsian dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena sejalan dengan program Posyandu Sehat Terpadu dari Pemkab Kotim, serta mempertimbangkan jumlah penduduk dan kesiapan posyandu yang ada di wilayah tersebut.

Kapolres juga mengajak seluruh pihak, termasuk sektor swasta, untuk turut mendukung program ini secara aktif.

“Dengan keterbatasan anggaran pemerintah, kami berharap perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah ini dapat berpartisipasi dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama pemerintah daerah,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard