Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Tetapkan Target PAD APBD Murni 2025 Sebesar Rp 425,8 Miliar

Redaksi 28-05-2025, 11:37 WIB 2 menit baca
Wabup Kotim, Irawati ketika foto bersama usai menghadiri rapat bersama seluruh OPD. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Wabup Kotim, Irawati ketika foto bersama usai menghadiri rapat bersama seluruh OPD. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam APBD Murni tahun 2025 sebesar Rp 425.800.792.793.

Wakil Bupati Kotim, Irawati menegaskan, angka ini harus dicapai dengan kerja keras bersama, mengingat pajak dan retribusi daerah merupakan sumber utama PAD yang sangat vital bagi pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Hal ini dikatakan Irawati saat membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Pajak dan Retribusi Daerah di Sampit, Rabu (28/5/2025).

"Pajak dan retribusi adalah tulang punggung PAD. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat pajak, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencapai optimalisasi penerimaan daerah," tegas Irawati

la menjelaskan, rincian target PAD tahun ini terdiri dari Pajak Daerah sebesar Rp 245.878.634.793, Retribusi Daerah Rp 18.203.509.925. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp 11.276.789.000, dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah sebesar Rp 150.441.859.075.

Menurutnya, target tersebut bukan sekadar angka, melainkan cerminan komitmen pemerintah dalam memperkuat kemandirian fiskal dan pelayanan publik.

Untuk mencapai target tersebut, Irawati menekankan perlunya strategi yang kuat melalui inovasi, pemanfaatan teknologi informasi, percepatan digitalisasi, serta edukasi dan sosialisasi kebijakan pajak kepada masyarakat.

"Dengan pemahaman dan partisipasi aktif masyarakat terhadap kebijakan pajak dan retribusi, maka program pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

la juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendorong optimalisasi PAD tidak hanya dari sektor pajak dan retribusi, tetapi juga dari pengelolaan aset daerah, BUMD, pemberdayaan UMKM, dan kerja sama antar daerah.

Lebih lanjut, Irawati mengatakan bahwa Rakor ini sangat penting dalam membahas strategi dan langkah konkret peningkatan PAD. la berharap hasil diskusi tersebut bisa menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan secara nyata dan berdampak langsung.

"Melalui rakor ini, diharapkan optimalisasi pajak dan retribusi daerah dapat meningkatkan PAD, efisiensi pengelolaan, kepatuhan wajib pajak, serta kualitas layanan. Saya juga mendorong terjalinnya kerja sama dan komunikasi yang baik antar Bapenda se-Kalimantan Tengah," ujarnya.

Menutup sambutannya, Irawati menyampaikan harapan agar rapat koordinasi ini dapat berjalan lancar dan membawa manfaat nyata dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kotim. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard