Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Rampung Akhir Oktober 2025
SB, SAMPIT - Jalan Mohammad Hatta atau Lingkar Selatan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus dikebut pembangunannya.
"Saat ini progres perbaikan Jalan Lingkar Luar Selatan telah mencapai 20 persen. Target kami rampung pada September hingga Oktober 2025 nanti", kata Kepala kerja rekonstruksi Jalan Lingkar Selatan Sampit, Kusani, Senin (2/6/2025).
Dalam pelaksanaannya proyek peningkatan infrastruktur jalan Provinsi Kalteng dilakukan secara per spot atau persegmen. Hal ini dilakukan agar kendaraan tetap bisa melintas melaui jalur di samping titik pengerjaan secara bergantian.
"Jadi kendaraan masih bisa lewat bergantian lewat samping, tidak terlalu terganggu," ujar Kursani.
Dijalan tersebut saat ini tengah dilakukan pengecoran dan perakitan besi. Dikarenakan jalan itu merupakan jalan kelas tonase berat, sehingga kualitas konstruksi menggunakan beton cor untuk mendukung beban kendaraan besar yang melintas di kawasan tersebut.
Berdasarkan surat perjanjian Nomor 89/KTRK-BM/DPUPR/2025 peningkatan Jalan Lingkar Selatan Sampit ditargetkan selesai dalam waktu 240 hari kerja. Termasuk dengan estimasi penyelesaian pada 4 November 2025 nanti.
Sementara untuk nilai kontraknya sendiri senilai Rp28,1 miliar yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan masa pemeliharaan sendiri selama 180 hari yang terhitung dari 4 November 2025 - 2 Mei 2026.
"Sudah kami kerjakan sejauh ini baru 330 meter dari total 1,7 kilometer. Tapi itu baru pengecoran belum pengaspalan dan untuk pengaspalan nanti pun tidak semuanya, kurang lebih satu kilometer saja," tandas Kusani.
Menurutnya, selama proses pengerjaan, tidak ada kendala berarti di lapangan. Pasalnya, saat ini kondisi cuaca pun cukup mendukung, dan tim pelaksana selalu menyesuaikan jadwal kerja jika terjadi hujan.
"Kalau hujan kita berhenti dulu dan tunggu reda, baru kerja lagi. Sejauh ini aman, tidak ada kendala besar," ungkap Kusani.
Adapun, Jalan Lingkar Selatan Sampit memiliki fungsi vital dalam distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
"Tentunya diharapkan Jalan Lingkar Luar ini mampu memperlancar arus barang dan jasa di wilayah Kotim serta mengurangi beban lalu lintas di pusat kota," imbuh Kusani.
Diketahui, ruas jalan lingkar selatan, terutama yang sering rusak, sangat krusial bagi masyarakat diwilayah itu karena menjadi jalur utama bagi kendaraan bertonase besar. Jika tidak segera ditangani, distribusi barang dan jasa di wilayah itu bisa terganggu.
Pengerjaan jalan tidak menyebabkan gangguan lalu lintas yang signifikan. Dia pun berharap proyek ini bisa rampung sesuai target yang telah ditetapkan.
"Hingga akhir Mei 2025 telah dilakukan pengecoran sepanjang 330 meter dari total 1,7 kilometer jalan yang akan diperbaiki, mudahan proyek ini rampung sesuai target kami," tutupnya. (f1/sb)