Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Pemenuhan SDM dan Perluasan Sarpras RSUD dr Murjani Sampit

Redaksi 02-06-2025, 04:43 WIB 1 menit baca
Suasan ruang tunggu Rawat Jalan Pasien RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:ABU)
Suasan ruang tunggu Rawat Jalan Pasien RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit terus meningkatkan layanan kesehatan tidak hanya terkait perluasan sarana prasarana namun juga terkait dengan pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM). 

"Kami terus berupaya memperbaiki kualitas mutu layanan. Tidak hanya memperbaiki sarana dan prasarana, tetapi juga terus menambah tenaga kesehatan. Terutama dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit", Kata Plt RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Noviany, Senin (2/6/2025).

Ia menjelaskan, khususnya di klinik rawat jalan di RSUD dr Murjani Sampit dalam sehari, dokter yang bertugas bisa melayani 30-40 pasien. Apalagi ada layanan medical check up baik, klinik kejiwaan dan kesehatan kerja bisa melayani ratusan pasien yang dilayani secara terjadwal.

Di samping itu, sejumlah klinik seperti klinik kesehatan jiwa, kesehatan kerja (okupasi), penyakit dalam, obgyn (kandungan), anak dan gigi merupakan klinik yang paling banyak dikunjungi pasien rawat jalan.

RSUD dr Murjani Sampit memiliki berbagai dokter spesialis. Di antaranya adalah dokter spesialis penyakit dalam, spesialis jantung, spesialis paru, spesialis THT, spesialis jiwa, spesialis ortopedi, dan spesialis gigi.

"Total kami memiliki 61 dokter. Diantaranya 41 dokter spesialis dimana lebih banyak dibandingkan dokter umum yang hanya 20 dokter. Namun dokter spesialis kita tetap berupaya melayani semua pasien," ujarnya.

Ia juga mengatakan, sebelumnya pihak RSUD dr Murjani juga sudah berdiskusi dengan anggota DPRD Kalteng Dapil Kotim-Seruyan saat melakukan kunjunhan ke rumah sakit beberapa waktu lalu.

Ia mengakui, ada beberapa persoalan yang diskusikan mulai dari tenaga medis, sarana prasarana dan kelengkapan sarpras yang perlu ditingkatkan untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.

"Dari pertemuan ini, kami tahu ada teknis dan aturan yang kami diskusikan. Jadi, apa yang didapatkan nanti akan dikomunikasikan ke pemprov dengan Dinas Kesehatan Kalteng," pungksnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard